Refleksi ​Milad ke-83, Rektor UII Tekankan Pentingnya Inovasi dan Pengabdian
January 19, 2026 11:01 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati milad ke-83 dengan menggulirkan Rapat Terbuka Senat, Senin (19/1/26). 

Pada kesempatan itu, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, menyampaikan laporan tahunan yang memaparkan berbagai lompatan prestasi, serta data-data krusial sepanjang setahun terakhir.

​Di usia yang semakin matang, salah satu kampus nasional tertua di Indonesia ini menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang unggul di kancah domestik dan internasional.

Dalam laporannya, Fathul Wahid mengungkapkan, bahwa minat masyarakat untuk menempuh studi di UII tetap tinggi di tengah persaingan ketat perguruan tinggi.

Ia mencatat, jumlah mahasiswa aktif mencapai lebih dari 26.000 mahasiswa, yang tersebar di berbagai jenjang, mulai dari Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), hingga Program Profesi.

​"Kami bersyukur kepercayaan masyarakat terus terjaga. Pada tahun akademik terakhir, jumlah pendaftar mencapai angka sangat signifikan, menunjukkan relevansi kurikulum UII dengan kebutuhan zaman," ujarnya.

Salah satu poin yang ditekankan dalam laporannya adalah, peningkatan kualitas SDM dan produktivitas ilmiah dengan memacu para dosen untuk mencapai gelar akademik tertinggi.

​Sebagai informasi, UII dewasa ini sudah memiliki lebih dari 40 profesor, sebuah angka yang terus tumbuh signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Selain ragam angka dan capaian akademik, rektor juga menyoroti peran UII dalam pengabdian masyarakat berbasis teknologi. 

Melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dana hibah internal, UII telah mengucurkan miliaran rupiah untuk pemberdayaan masyarakat di DIY dan sekitarnya.

​"Digitalisasi kampus bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Sistem informasi terintegrasi kita kini memfasilitasi hampir 100 persen layanan akademik dan administratif, yang berdampak langsung pada efisiensi operasional kampus," ucapnya.

Menutup laporannya, Fathul menegaskan, bahwa tantangan ke depan, terutama terkait kecerdasan buatan (AI) dan perubahan iklim, akan menjadi fokus pengembangan kurikulum UII ke depan.

Menurutnya, inovasi harus digulirkan untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus memberikan kemudahan bagi seluruh civitas akademika.

​"Usia 83 tahun adalah momentum untuk melompat lebih tinggi. Kami ingin memastikan setiap lulusan UII bukan hanya mahir secara teknis, tapi juga memiliki kedalaman akhlak sebagaimana cita-cita para pendiri universitas ini," pungkasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.