Kondisi Mental Istri Yoga Naufal, Suami jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR, Dikenal Bertanggung Jawab
January 20, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Yoga Naufal, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tercatat sebagai penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (AIT), dikenal di lingkungan tempat tinggalnya sebagai pribadi yang hangat dan sangat mencintai keluarga.

Di mata para tetangga, Yoga bukan hanya sosok ayah, tetapi juga figur yang selalu meluangkan waktu untuk orang-orang terdekatnya.

Salah satunya diungkapkan oleh Ifo, tetangga Yoga, yang menyebut bahwa hubungan Yoga dengan anaknya yang berusia tujuh tahun begitu dekat.

Menurut Ifo, keseharian Yoga tak pernah jauh dari perannya sebagai ayah.

Ia kerap terlihat mengantar sang anak ke sekolah maupun mendampingi berbagai aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Ciri-ciri Jasad Kedua Korban Jatuhnya Pesawat ATR, Perempuan, Baju Diduga Bukan Seragam Penerbangan

"Dia sosok yang bertanggung jawab terhadap istri dan anaknya. Kayak pas anaknya mau latihan bola, dianter sama dia," kata Ifo saat ditemui di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026).

Kabar hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 yang ditumpangi Yoga pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

Ifo menuturkan, kondisi mental istri Yoga masih terpukul berat setelah menerima informasi tersebut.

"Masih lemah ya mentalnya (Istrinya), Dia (Yoga) kalau untuk keluarga Alhamdulillah (bertanggungjawab). Selama dia ada waktu luang pasti digunakan buat keluarga," ujar Ifo.

Bagi Ifo, Yoga adalah pribadi yang sederhana dan jauh dari kesan berlebihan.

Kedekatan anak-anak mereka membuat Ifo mengenal Yoga sejak lama, bahkan sejak masih muda.

"Dia (Yoga) sosok ayah, buat keluarga, sosok teman yang baik, buat sahabat. Anak saya kan sahabatan sama dia (Yoga), makanya dari dia kecil saya tahu orangnya enggak neko-neko," tutur Ifo.

Sebelumnya, Pesawat ATR 42-500 melakukan penerbangan dengan rute Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu pagi.

Kemudian pukul 04.23 UTC atau sekitar 11.23 WIB atau 12.23 Wita, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.

Baca juga: Gelagat Aneh Esther Sebelum jadi Korban Pesawat ATR, Ayah Heran, Ini Ucapan Terakhir: Gak Biasanya

PESAWAT ATR JATUH - Serpihan Pesawat Indonesia Air Transport yang ditemukan di Puncak gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).
PESAWAT ATR JATUH - Serpihan Pesawat Indonesia Air Transport yang ditemukan di Puncak gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). (Basarnas Makassar)

Namun, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus.

Merespons kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan.

Upaya pencarian kini difokuskan di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.

Diketahui pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang hilang sedang digunakan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengawasan.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.