Hati Ayah Esther Hancur, Terus Menangis Cari Putri Tercinta Korban Pesawat ATR 42-500 di Makassar
January 20, 2026 02:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tangis Adi Saputra, ayah Esther Aprilita pecah di Makassar saat mencari putri tercintanya, salah satu korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh.

Keluarga berkumpul di lokasi pencarian, menyelimuti suasana dengan duka mendalam dan harapan yang tak pernah padam.

Tim SAR terus melakukan upaya maksimal menelusuri medan sulit untuk menemukan Esther Aprilita dan korban lainnya.

Baca juga: Pamitan Terakhir Deden Maulana Pegawai KKP yang Jadi Korban Pesawat ATR 42-500: Jalan Dulu Ya Pak

Hati Ayah Esther Hancur

Perasaan pilu kini tengah menyelimuti hati ayahanda dari Esther Aprilita, pramugari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Seolah tak sanggup membendung kesedihan, sang ayah, Adi Saputra nekat langsung bertolak ke Makassar sambil terus menangis demi mencari keberadaan putri sulung kesayangannya tersebut.

Kabar mengenai jatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (17/1/2026) menjadi pukulan yang sangat berat bagi keluarga yang tinggal di wilayah Caringin, Kabupaten Bogor.

Begitu mendengar kabar pesawat yang ditumpangi anaknya hilang kontak, Adi Saputra langsung mengalami guncangan emosional dan terus meneteskan air mata.

Tanpa menunggu lama, Adi segera memutuskan untuk berangkat ke Makassar guna mendapatkan informasi langsung dari pusat krisis dan tim SAR gabungan. 

Keberangkatan Adi ke lokasi kejadian didorong oleh harapan besar akan adanya mukjizat bagi keselamatan anaknya yang akrab disapa April tersebut.

PESAWAT JATUH - Adi Saputra ayah dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026).
PESAWAT JATUH - Adi Saputra ayah dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026). (Tribun Timur/Nurul Hidayah)

Paman korban, Arya, menceritakan bagaimana hancurnya perasaan ayah Esther saat pertama kali menerima informasi mengenai musibah tersebut.

Menurutnya, Adi tidak bisa berhenti meneteskan air mata mengingat betapa dekatnya hubungan mereka selama ini.

"Baik orangnya makanya bapaknya nangis-nangis, pas dapet kabar kejadian lost contact bapaknya nangis-nangis," ujar Arya saat ditemui di kediaman keluarga di Bogor, Senin (19/1/2026).

Tanpa menunggu lama, Adi segera memutuskan untuk berangkat ke Makassar guna mendapatkan informasi langsung dari pusat krisis dan tim SAR gabungan.

Keberangkatannya ke lokasi kejadian didorong oleh harapan besar akan adanya mukjizat bagi keselamatan anaknya yang akrab disapa April tersebut.

"Mudah-mudahan ada mukjizat," harap Arya.

Keluarga mengungkapkan bahwa Adi memang memiliki kedekatan emosional yang sangat mendalam dengan Esther. 

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Esther dikenal sebagai anak kesayangan Adi. 

Kedekatan inilah yang membuat komunikasi di antara keduanya sangat intens dibandingkan dengan anggota keluarga yang lain.

"Bapaknya yang komunikasi terakhir. Bapaknya sering komunikasi, karena dia anak kesayangan, anak kesayangan bapaknya," ungkap Arya lebih lanjut.

Sementara Adi berjuang mencari kabar di Makassar, anggota keluarga lainnya di Bogor seperti ibunda dan adik-adik korban hanya bisa menunggu di depan layar televisi.

PESAWAT JATUH - Esther Aprilita pramugari korban pesawat ATR 42-500
PESAWAT JATUH - Esther Aprilita pramugari korban pesawat ATR 42-500 (YouTube/TribunBogor)

Profil dan Sosok Esther Aprilita

Esther Aprilita, atau yang lebih dikenal dengan panggilan April, merupakan seorang pramugari profesional asal Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara dan menjadi salah satu tumpuan keluarga.

April dikenal sebagai sosok wanita yang mandiri dan memiliki kepribadian yang sangat baik di mata para kerabat serta tetangganya.

Selama berkarier di dunia penerbangan, April dikenal sangat disiplin dan sering memberikan kabar kepada ayahnya sebelum melakukan perjalanan udara.

Ayah Esther, Adi Saputra, saat ini telah berada di Makassar dan memberikan sampel DNA di RS Bhayangkara untuk mempermudah proses identifikasi jenazah.

Pihak keluarga masih berharap adanya mukjizat atas keselamatan Esther dan kru lainnya.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.