Bak Firasat, Esther Aprilita Pramugari Pesawat ATR Sempat Minta Maaf, Ayah: Biasanya Nggak Begitu
January 20, 2026 05:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keluarga dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S, terlihat mendatangi Posko Greeters Meeters di Ruang Tunggu Keluarga Penumpang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin (19/1/2026).

Kehadiran keluarga tersebut bertujuan untuk memperoleh kabar terbaru terkait proses pencarian pesawat yang ditumpangi Esther.

Ayah Esther, Adi Saputra, datang ke lokasi bersama satu anaknya yang lain.

Ia tampak berupaya mencari informasi langsung dari pihak terkait di posko keluarga penumpang.

Sebelum tiba di bandara, Adi mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani pengambilan sampel DNA.

Proses tersebut dilakukan di RS Bhayangkara Makassar pada malam hari sebelumnya.

Saat ditemui Tribun Timur, raut wajah Adi Saputra memperlihatkan kesedihan yang mendalam.

Ia berharap putri sulungnya bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Adi juga berharap Esther dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Jawa Barat.

Ia kemudian menceritakan momen terakhir berkomunikasi dengan sang putri.

PESAWAT JATUH - Esther Aprilita pramugari korban pesawat ATR 42-500
PESAWAT JATUH - Esther Aprilita pramugari korban pesawat ATR 42-500 (YouTube/TribunBogor)

Baca juga: Chat Terakhir Esther Aprilita Pramugari Pesawat ATR 42-500, Kabari Ortu, Ibu Pilu: Berharap Mukjizat

“Terakhir komunikasi itu Jumat malam,” ujar Adi lirih.

Menurut penuturannya, saat itu Esther tengah berstatus standby di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Dia standby di Halim. Kalau rute kita nggak tahu, biasanya dari Halim ke Jogja,” jelas Adi, seraya menambahkan bahwa dirinya sudah dua hari berada di Makassar menanti perkembangan pencarian.

Mengenang Sosok Esther

Ia mengenang Esther sebagai sosok anak yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarga.

“Dia orangnya baik,” ucapnya singkat.

Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.

“Enam jalan ke tujuh tahun,” kata Adi.

PESAWAT JATUH - Adi Saputra ayah dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026).
PESAWAT JATUH - Adi Saputra ayah dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026). (Tribun Timur/Nurul Hidayah)

Baca juga: Penyebab Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Menhub Ungkap Kondisi Awal Pesawat

Adi juga mengungkapkan adanya pesan tak biasa dari putrinya saat komunikasi terakhir.

Menurutnya, Ester sempat meminta maaf, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya.

“Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak keluarga masih berharap seluruh korban kecelakaan pesawat dapat ditemukan.

“Kita berharap semuanya ditemukan,” ujar Adi.

Seperti diketahui, proses pencarian pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep.

Pihak keluarga korban pun masih menunggu kepastian sambil berharap adanya kabar baik dari tim pencarian.

(TribunNewsmaker.com/ TribunTimur)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.