Studi Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bikin Umur Panjang, Cegah Mati Muda
GH News January 20, 2026 07:08 AM
Jakarta -

Tambahan lima menit olahraga dan tidur, serta mengurangi duduk selama setengah jam, dapat meningkatkan harapan hidup dan menurunkan risiko kematian, menurut dua studi terbaru.

Sebuah penelitian baru menyebut perubahan gaya hidup kecil yang mudah dilakukan, misalnya menambah lima menit olahraga atau mengurangi waktu duduk selama 30 menit setiap hari, dapat membantu seseorang hidup lebih lama.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal The Lancet ini menunjukkan, perubahan sederhana dan realistis dalam aktivitas harian berpotensi mencegah hingga 20 persen kematian.

Bahkan berjalan dengan intensitas sedang selama tambahan lima menit per hari dikaitkan dengan penurunan angka kematian sekitar 10 persen pada kebanyakan orang dewasa, yang rata-rata sudah aktif sekitar 17 menit per hari.

Jika durasi aktivitas intensitas sedang ditingkatkan menjadi tambahan 10 menit per hari, penurunan risiko kematian meningkat menjadi sekitar 15 persen.

Sementara bagi kelompok yang lebih sedentari (lebih banyak duduk), yakni mereka yang hanya beraktivitas intensitas sedang sekitar dua menit per hari, tambahan lima menit aktivitas dikaitkan dengan penurunan angka kematian sekitar 6 persen. Sedangkan tambahan 10 menit aktivitas berhubungan dengan penurunan sekitar 9 persen.

Penelitian itu juga menemukan mengurangi waktu duduk atau sedentari selama satu jam per hari berhubungan dengan penurunan angka kematian sekitar 13 persen pada mayoritas orang dewasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat (moderate-to-vigorous physical activity/MVPA) sebanyak 150 menit per minggu, namun banyak orang tidak mencapai target tersebut.

Karena target itu dinilai 'tidak realistis' untuk dicapai semua orang, peneliti menilai dampak perubahan perilaku yang lebih mungkin dilakukan, misalnya jalan kaki sebentar atau mengurangi waktu duduk setengah jam.

Mengurangi waktu sedentari selama 30 menit per hari, sekitar 5 persen dari total waktu duduk rata-rata orang dewasa, dikaitkan dengan pencegahan lebih dari 7 persen kematian.

Studi tersebut menganalisis data lebih dari 135 ribu orang dewasa dari tujuh kelompok penelitian di Norwegia, Swedia, Amerika Serikat, serta UK Biobank. Para partisipan diikuti selama delapan tahun.

UK Biobank sendiri merupakan basis data yang mengumpulkan informasi biologis, kesehatan, serta gaya hidup dari ratusan ribu relawan untuk kepentingan riset ilmiah.

Para peneliti menggunakan data aktivitas fisik dan durasi duduk yang diukur perangkat (device-measured) untuk memperkirakan proporsi kematian yang secara teori dapat dicegah dengan peningkatan kecil aktivitas MVPA atau pengurangan waktu duduk.

Meski begitu, penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan perubahan tersebut menjadi penyebab langsung penurunan angka kematian.

"Hasil yang sangat menjanjikan dari studi ini adalah bahwa tambahan MVPA hanya lima menit per hari sudah dapat membantu. Ini seharusnya realistis bagi kebanyakan orang, termasuk mereka yang sebelumnya sangat jarang berolahraga," kata Daniel Bailey, akademisi dari Brunel University of London, yang tidak terlibat dalam penelitian, dikutip dari Euronews.

Ia menjelaskan aktivitas intensitas sedang adalah aktivitas yang membuat napas sedikit lebih berat dan tubuh terasa lebih hangat. Jadi, kegiatan sederhana seperti jalan cepat, pekerjaan rumah, atau berkebun pun bisa memberi dampak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.