Resolusi Tahun Baru Kerap Jadi Wacana? Psikolog Singgung Penyebabnya
GH News January 20, 2026 07:08 AM
Jakarta -

Resolusi tahun baru kerap dibuat dengan penuh semangat. Namun, tidak sedikit yang akhirnya berhenti di tengah jalan, bahkan sebelum satu bulan berjalan. Fenomena ini ternyata bukan hal yang jarang terjadi dan dialami banyak orang.

Psikolog Betsy Kurniawati Witarsa, mengatakan kegagalan resolusi merupakan pengalaman yang hampir pernah dialami setiap individu.

"Ada dua sih mungkin penyebabnya," ucapnya, dalam bincang bersama di detikSore, Rabu (31/12/2025).

Tidak Mengikuti Prinsip SMART

Menurut Betsy, kebanyakan dari orang membuat resolusi tanpa perencanaan jelas dan tidak mengikuti kaidah SMART goals.

"Goals yang kita buat itu sebaiknya pertama as specific," jelasnya, menekankan arti dari S di SMART goals.

Resolusi akan sulit dijalankan jika tidak disertai tolok ukur yang jelas sejak awal. Itulah sebabnya menurut dia M menggambarkan pentingnya measurable.

"Jadi nggak ngawang-ngawang tapi measurable," sambungnya.

Harus Bisa Dicapai dan Realistis

Aspek selanjutnya dalam SMART goals adalah achievable atau attainable.

"Jadi memang masih mungkin untuk dicapai nih gitu," jelasnya.

Menurutnya, kebanyakan orang terlalu fokus pada hasil akhir tanpa memikirkan proses yang akan dijalani.

"Terus yang R-nya itu realistik dan yang T-nya itu time bound gitu," ucapnya.

Dia juga mencontohkan bagaimana membuat rencana sesuai kaidah SMART. Kuncinya, dibuat terjadwal dan lebih spesifik, sehingga tergambar untuk dilakukan lebih konsisten.

"Misalnya aku mau jogging tiap pagi selama 15 menit di hari Senin, Rabu dan Jumat gitu," tutupnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.