800 Meter dari Kantor Bupati Mamuju, Warga Padang Panga Pasang Celengan Demi Perbaiki Jalan Rusak
January 20, 2026 09:59 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga di Lingkungan Padang Panga, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa mengambil langkah mandiri untuk memperbaiki akses jalan mereka. 

Sebuah celengan dipasang di pinggir jalan sebagai wadah donasi swadaya bagi siapa saja yang ingin membantu perbaikan jalan rusak.

Langkah ini diambil warga lantaran jalan Kakaktua yang menjadi akses utama bagi sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Ramalan Shio Cinta Hari Ini Selasa, Monyet Jomblo Dilarang Nyatakan Perasaan, Kambing Salah Paham

Baca juga: Usai Ditolak, Polres Pasangkayu Kembali Kirim Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Hijrah ke Kejaksaan

Menagih Janji Bupati

Kepala Lingkungan Padang Panga, Makmur, mengungkapkan kondisi jalan yang rusak ini sudah menjadi keluhan warga sejak lama. 

Ia pun secara terbuka menagih janji Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, yang menurutnya pernah menjanjikan perbaikan jalan tersebut.

regtrehgter
JALAN RUSAK MAMUJU- Tangkapan layar Goggle Maps antara Jl Kakaktua dan Kantor Bupati Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (20/1/2026). Data google maps jarak antara Jl Kakaktua dan Kantor Bupati Mamuju kurang lebih 800 meter dan menempuh waktu hanya tiga menit dengan berkendara.Warga Lingkungan Padang Panga, Kelurahan Karema, Mamuju, memasang celengan di pinggir jalan sebagai bentuk swadaya memperbaiki Jalan Kakaktua yang rusak dan tak kunjung diperbaiki pemerintah.

"Kita sudah lama dijanji. Bahkan pada periode pertama, Bupati sendiri yang datang kampanye menjanjikan perbaikan jalan," ujar Makmur sambil menunjuk akses jalan rusak, Selasa (20/1/2026).

Namun, Makmur menyayangkan janji tersebut seolah terlupakan setelah bupati menjabat. 

Hingga memasuki masa kepemimpinan saat ini, belum ada tanda-tanda realisasi pembangunan dari pemerintah.

"Ketika terpilih dan duduk sebagai bupati sampai saat ini, janji itu belum direalisasikan," tambah pria yang menjabat sebagai kepala lingkungan sejak 2014 itu.

Kondisi jalan yang berlubang dan becek saat hujan tidak hanya menyulitkan warga sekitar, tetapi juga menghambat kegiatan sosial. 

Di area tersebut terdapat sebuah panti asuhan yang aksesnya bergantung sepenuhnya pada jalan Kakaktua.

"Terkadang kalau hujan becek sekali. Mereka yang mau membawa bantuan ke panti asuhan jadi terkendala," kata Makmur.

Sebagai bentuk protes sekaligus solusi cepat, warga berencana kembali gotong royong pada Minggu mendatang untuk menambal bagian jalan yang rusak parah secara mandiri.

Pemasangan celengan di pinggir jalan diharapkan dapat menarik simpati pengguna jalan maupun warga setempat untuk menyisihkan sedikit rezeki demi kenyamanan bersama.

"Kami masih berharap masyarakat di sini ada yang mau mengumpulkan dana swadaya. Makanya kami buka celengan. Rencananya hari Minggu nanti kami akan gotong royong memperbaiki jalan yang bolong dan becek parah," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.