TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga di Lingkungan Padang Panga, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa mengambil langkah mandiri untuk memperbaiki akses jalan mereka.
Sebuah celengan dipasang di pinggir jalan sebagai wadah donasi swadaya bagi siapa saja yang ingin membantu perbaikan jalan rusak.
Langkah ini diambil warga lantaran jalan Kakaktua yang menjadi akses utama bagi sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah.
Baca juga: Ramalan Shio Cinta Hari Ini Selasa, Monyet Jomblo Dilarang Nyatakan Perasaan, Kambing Salah Paham
Baca juga: Usai Ditolak, Polres Pasangkayu Kembali Kirim Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Hijrah ke Kejaksaan
Kepala Lingkungan Padang Panga, Makmur, mengungkapkan kondisi jalan yang rusak ini sudah menjadi keluhan warga sejak lama.
Ia pun secara terbuka menagih janji Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, yang menurutnya pernah menjanjikan perbaikan jalan tersebut.
"Kita sudah lama dijanji. Bahkan pada periode pertama, Bupati sendiri yang datang kampanye menjanjikan perbaikan jalan," ujar Makmur sambil menunjuk akses jalan rusak, Selasa (20/1/2026).
Namun, Makmur menyayangkan janji tersebut seolah terlupakan setelah bupati menjabat.
Hingga memasuki masa kepemimpinan saat ini, belum ada tanda-tanda realisasi pembangunan dari pemerintah.
"Ketika terpilih dan duduk sebagai bupati sampai saat ini, janji itu belum direalisasikan," tambah pria yang menjabat sebagai kepala lingkungan sejak 2014 itu.
Kondisi jalan yang berlubang dan becek saat hujan tidak hanya menyulitkan warga sekitar, tetapi juga menghambat kegiatan sosial.
Di area tersebut terdapat sebuah panti asuhan yang aksesnya bergantung sepenuhnya pada jalan Kakaktua.
"Terkadang kalau hujan becek sekali. Mereka yang mau membawa bantuan ke panti asuhan jadi terkendala," kata Makmur.
Sebagai bentuk protes sekaligus solusi cepat, warga berencana kembali gotong royong pada Minggu mendatang untuk menambal bagian jalan yang rusak parah secara mandiri.
Pemasangan celengan di pinggir jalan diharapkan dapat menarik simpati pengguna jalan maupun warga setempat untuk menyisihkan sedikit rezeki demi kenyamanan bersama.
"Kami masih berharap masyarakat di sini ada yang mau mengumpulkan dana swadaya. Makanya kami buka celengan. Rencananya hari Minggu nanti kami akan gotong royong memperbaiki jalan yang bolong dan becek parah," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi