Kisah Terakhir Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro: Pagi Salat Bersama, Sahabat Pilu Pergi Tiba-Tiba
January 20, 2026 11:35 AM

SURYAMALANG.COM, - Suasana duka menyelimuti rumah almarhum Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, yang meninggal dunia usai mengikuti pertandingan sepak bola Trofeo All Stars di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (18/1/2026) sore.

Kuncoro mengembuskan napas terakhir setelah sempat mengalami kejang di sela pertandingan.

Kuncoro sempat mendapatkan penanganan medis di bangku cadangan sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.50 WIB.

Sahabat dekat almarhum, Mamad Kiting menceritakan kisah terakhirnya bersama Kuncoro. 

Mamad mengenang Kuncoro sebagai sosok yang humoris, ramah, dan memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat, meski dikenal berpenampilan tegas di lapangan.

“Orangnya humoris, baik, dan enak diajak ngobrol. Kekeluargaannya juga bagus. Terakhir ketemu semalam setelah salat Subuh, kami ngobrol seperti biasa, tidak ada tanda-tanda apa pun,” ujar Mamad saat ditemui di rumah duka, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Baca juga: Abah Kuncoro, Legenda Arema yang Sangar di Lapangan dan Humoris di Mata Sahabat dan Tetangga

Menurut Mamad, kabar duka itu pertama kali ia terima melalui grup pesan singkat.

Dalam informasi awal, Kuncoro disebut sempat pingsan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

“Dapat kabar dari grup, katanya pingsan. Beberapa menit kemudian ada kabar sudah dibawa ke RSSA, tapi ternyata mengembuskan napas terakhir di sana,” kenang Mamad pilu. 

Baca juga: Riwayat Kuncoro Asisten Arema FC Meninggal di Tepi Lapangan: Perkuat Timnas Indonesia Era 90-an

Di lingkungan sekitar, Kuncoro dikenal aktif bersosialisasi dan rutin mengikuti kegiatan keagamaan.

Mamad menyebut, Kuncoro juga kerap bermain sepak bola bersama rekan-rekannya dalam kegiatan yang bersifat silaturahmi.

“Kalau main bola itu bukan untuk kompetisi berat, lebih ke persahabatan. Orangnya ringan tangan, gampang bergaul, dan dekat dengan masyarakat,” tambah Mamad.

Teman Sepak Bola Kampung yang Tak Pernah Jauh

Sementara itu, Harsono salah satu teman bermain bola di kampung merasa kehilangan Abah Kun sapaan akrab Kuncoro. 

Harsono mendapat kabar duka setelah salat magrib. 

"Saya kaget mendengar kabar Abah Kun meninggal. Tadi habis salat magrib," terang Harsono, Minggu (18/1/2026). 

Harsono bersama temannya dan warga kampung lain langsung datang melayat di rumah duka. 

Kuncoro sering bermain dengan Harsono dan tim Bachelor di sejumlah tempat di Kabupaten Malang. 

Baca juga: FOTO-FOTO Proses Pemakaman Abah Kuncoro Asisten Pelatih Arema FC Diantar Ratusan Pelayat

"Sering sepak bola dengan warga sini juga, jago kapok istilahnya. Kemarin juga main di Dampit," terang Harsono kepada SURYAMALANG.COM.

"Pokoknya liga gak main dan pas libur, sama kita Abah Kun," tambahnya. 

Harsono menyebut, jika saat main di luar Gondanglegi, Kuncoro dan kawan-kawan memilih mengendarai sepeda motor. 

"Rame-rame pakai sepeda motor seringnya mas," kata Harsono.

Momen Terakhir: Kuncoro Tumbang di Pinggir Lapangan

Kuncoro mengikuti pertandingan Trofeo All Stars dalam rangka peringatan 100 tahun Stadion Gajayana yang digelar oleh Persema Reborn.

Ajang tersebut mempertemukan sejumlah tim legenda, di antaranya Persema Malang Legends, Persib Bandung Legends, dan SDF Indonesia Legends.

Baca juga: Total Denda Arema FC Tembus Ratusan Juta di Putaran Pertama, Termasuk Kembang Api di Hotel Tim Tamu

LAGA TERAKHIR - Kuncoro (tanda panah hijau) bersama timnya dalam pertandingan charity 100 tahun stadion Gajayana yang menjadi pertandingan terakhirnya, Minggu (19/1/2026)
LAGA TERAKHIR - Kuncoro (tanda panah hijau) bersama timnya dalam pertandingan charity 100 tahun stadion Gajayana yang menjadi pertandingan terakhirnya, Minggu (19/1/2026) (SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kuncoro sempat tak sadarkan diri di bench pemain.

Rekan-rekannya langsung meminta bantuan petugas medis.

Dalam video yang beredar, Kuncoro terlihat mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dibawa ke Unit Gawat Darurat RSSA Malang.

Jejak Panjang Kuncoro Bersama Arema

Kuncoro lahir di Malang pada 7 Maret 1973 dan meninggal dunia dalam usia 52 tahun. Ia memiliki lisensi kepelatihan A Nasional dan dikenal menyukai skema formasi 4-3-3 defending.

Karier kepelatihannya cukup panjang bersama Arema FC.

Kuncoro memulai kiprah sebagai asisten pelatih Arema pada 1 November 2011 hingga 1 Juli 2013, mendampingi sejumlah pelatih ternama seperti Milomir Seslija, Eduardo Almeida, Aji Santoso, Rahmad Darmawan, Mario Gomez, hingga Joko Susilo.

Kuncoro juga sempat menjabat sebagai pelatih interim Arema FC pada Maret–April 2020.

Pada musim 2022–2023, Kuncoro dipercaya sebagai pelatih fisik Arema FC.

Terakhir, pada 19 Desember 2024, Kuncoro kembali ditunjuk sebagai pelatih interim Arema FC dan mencatatkan kemenangan perdananya saat Arema mengalahkan PSBS Biak pada pekan ke-16 Liga 1 2024–2025.

Selain berkarier sebagai pelatih, Kuncoro juga merupakan mantan pemain yang pernah membela sejumlah klub besar seperti Arema FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Kepergian Kuncoro meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, serta dunia sepak bola nasional.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

(Reporter suryamalang.com/Rifky Edgar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.