TRIBUNPRIANGAN.COM - Tribuners, rencana pemerintah dalam menindaklanjuti program stimulus Bantuan Sosial (Bansos) sepanjang tahun 2026, masih terus dibahas.
Dikabarkan sebelumnya, program tahunan tersebut memang akan berlanjut pada tahun ini, dengan sistem yang sedikit berbeda nantinya.
Sistem tersebut sudah dibahas sejak akhir tahun 2025 lalu, dengan menggunakan konsep filter data yang dikenal dengan DTSEN atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebagai poin utama penyaluran bantuan tahun ini.
Dimana data tersebut menggabungkan hasil observasi berbagai instansi.
Mulai dari Kementerian Sosia, Badan Pusat Statistik, Dukcapil, Bappenas, hingga Pemerintah daerah.
Baca juga: BPNT dan PKH Masuk Bansos Reguler yang Diperpanjang, Ini Besaran Terbaru 2026 untuk Warga Priangan
Apabila sebelumnya data masyarakat tersebar di banyak instansi dan kerap tidak sama, melalui DTSEN ini semuanya dikumpulkan menjadi satu data yang akurat.
Sekedar info, DTSEN sendiri merupakan program utama pemerintah di tahun 2025 yang menggantikan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sistem ini berguna sebagai data satu pintu yang memuat informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Hasilnya, pengelompokkan masyarakat berdasarkan kesejahteraan sosial dan ekonomi bisa ditinjau dengan leluasa sesuai Desil atau peringkat, yakni:
Baca juga: Skema Pencairan dan Besaran Dana Bansos Kemensos Bulan Ini
Jika demikian, lantas seperti apa kriteria yang paling pas dan akan diambil dalam datanya sebagai penerima bantuan?
Tahun ini, sasaran penerima manfaat merupakan desil yang paling bawah dengan dilakukan pemutakhiran DTSEN secara berkala dan akurat.
Dengan demikian pendistribusian akan dilakukan secara bertahap mulai dari desil 1 untuk PKH, desil 1-2 untuk sembako, serta desil 1-4 penerima PBI.
Selain itu, seseorang tidak lagi menerima bansos kemungkinan masuk kategori lulus dari PKH atau bansos lainnya.
Sebagaimana dicanangkan pemerintah pada tahun lalu akan ada 300 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan naik kelas.
Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos di Situs Resmi Kemensos Untuk Warga Priangan Timur
Sebagai informasi, peringkat desil dibagi dalam 5 kriteria, diantaranya:
Kesimpulannya, untuk desil 1 sampai 4 adalah kelompok yang berpeluang menerima semua jenis bansos.
Sementara, desil 5 masih bisa menerima sebagai bantuan, tetapi terbatas.
Baca juga: Warga Ciamis Belum Terima Bansos BPNT dan PKH Januari 2026? Ternyata, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Meski dengan skema yang berbeda, program tahunan pemerintah ini akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, yang aktif di beberapa jenis bansos, mengikuti alur kebutuhan masyarakat dan inflasi pasar yang tidak menentu setiap waktunya.
Pasalnya, terdapat bebebrapa diantaranya terpaksa harus ditiadakan, meski sudah ada pendataan.
Ya, program yang umumnya menggunakan sistem kuartalan atau empat tahap ini, hanya akan memberlakukan 65 persen bansos dari sekian banyak jenis yang diterapkan pada 2025.
Meski sebagian kecil dihentikan, pemerintah masih mengusahakan untuk mempertahankan sebagian besar bansos regional atau utama pada tahun ini.
Tentunya ini jadi angin baik bagi masyarakat terutama yang ada di Kabupaten seluruh Jawa Barat, termasuk di Pangandaran.
Berikut ini sedikit info tentang bansos di 2026 yang diprediksi berlanjut.
1. BPNT dan PKH
Jadi bansos yang paling banyak diminati dan dinanti, kedua bansos reguler yang paling banyak penerimanya ini dikabarkan berlanjut pada tahun 2026. Pencairan pada awal tahun pun masih tertunda dikarenakan penuntasan susulan 2025 yang belum selesai.
2. Program PIP & PBI JKN
Bansos yang menyasar sektor pendidikan juga akses gratis kesehatan ini, dipastikan berlanjut di tahun ini.
Dimana Pemerintah tetap menjamin biaya sekolah anak-anak dari keluarga prasejahtera dan layanan pengobatan gratis di fasilitas kesehatan tetap tersedia di tahun 2026.
3. BLT Dana Desa
Program yang diperuntukan bagi warga miskin ekstrem pada lingkup desa sebesar Rp 300.000 perbulan ini, akan berlanjut di tahun 2026.
4. Bantuan Beras 10-20 Kg
Bantuan dengan fokus utama bahan pokok berupa beras ini, diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2026 ini, untuk 4 bulan pertama (Januari–April 2026) bagi 18,27 juta keluarga.
5. Bantuan Makanan untuk Lansia & Disabilitas
Program bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas tunggal kini bersinergi dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diambil pemerintah guna memastikan kualitas gizi dan asupan makanan yang diterima para penerima manfaat jadi jauh lebih bermutu dan sehat.
6. Atensi Yatim Piatu (YAPI)
Tetap cair Rp200.000 per bulan (biasanya dirapel Rp600.000 per tahap).
Baca juga: Website Kemensos Umumkan Daftar Warga Priangan Timur Penerima Bansos 2026
1. Bantuan Penebalan untuk Bencana atau Krisis Tertentu Rp400.000
Jika tidak ada bencana besar, program seperti BLT untuk bencana alam (misalnya banjir atau gempa) mungkin tidak ada.
2. Bansos Minyak Goreng 4 Liter
Bansos yang diluncurkan pada 2022-2023 sebagai respons inflasi minyak goreng resmi dihentikan karena subsidi minyak goreng dianggap sudah stabil dan dialihkan ke program lain.
3. BLT Elpiji (Bantuan Langsung Tunai untuk LPG 3 Kg)
Bansos untuk meringankan beban subsidi LPG, juga diprediksi akan tidak dilanjutkan jika harga energi sudah terkendali.
Baca juga: Begini Skema Pencairan dan Besaran Dana Bansos Kemensos Januari 2026 untuk Warga Priangan Timur
Demi memastikan nama anda termasuk dalam data penerima di tahun 2026, ada baiknya untuk mengecek detail desil atau tingkatan peluang penerimaan bansos pada data anda.
Pengecekan bansos bisa dilakukan secara terbuka dan mudah, selama data yang dimasukkan sesuai identitas.
Berikut langkah-langkah cek penerima Bansos 2026:
1.Cek BLT Kesra Lewat Website Kemensos
Baca juga: Status Desil Penerima Bansos Baru di Januari 2026 Untuk Warga Tasikmalaya
2. Cek BLT Kesra Lewat Aplikasi Cek Bansos
(*)