TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa sekolah merupakan fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pola makan sehat, bergizi, dan seimbang berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi kognitif, stabilitas emosi, serta kesiapan anak dalam mengikuti proses belajar di sekolah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Padepokan Pandan Ireng, Heru Aceel, saat meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Mampang III di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (19/1/2026).
“Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan sehat cenderung memiliki fokus belajar yang lebih baik dan lebih stabil secara emosional. Pola makan yang terjaga juga berkontribusi pada minat belajar dan aktivitas fisik yang positif,” ujar Heru Aceel.
Sebagai bagian dari upaya akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Yayasan Padepokan Pandan Ireng secara resmi mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mampang III.
Fasilitas ini menjadi salah satu dari ribuan titik layanan yang mulai beroperasi secara bertahap di awal tahun 2026.
“Operasional Dapur MBG Mampang III ini merupakan bagian dari pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis. Fasilitas ini menjadi salah satu titik awal layanan yang diharapkan mampu menjangkau ribuan penerima manfaat di wilayah Pancoran Mas,” jelas Heru Aceel.
Didampingi Dewan Pembimbing Drs. Dadang Rahardja, S.H., M.H. serta Maulana Syarifudin selaku Dewan Pembina, Heru Aceel menjelaskan bahwa SPPG Dapur MBG Mampang III dirancang untuk melayani kebutuhan gizi harian berbagai kelompok sasaran.
“Penerima manfaat mencakup peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah sekitar,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran dapur ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting serta meningkatkan capaian akademik anak melalui asupan nutrisi yang terukur dan berkelanjutan.
Sejalan dengan pendekatan pembangunan inklusif, SPPG Dapur MBG Mampang III menerapkan skema pemberdayaan ekonomi lokal.
Sebanyak 85 persen dari alokasi anggaran operasional dapur digunakan untuk menyerap bahan baku pangan dari petani, peternak, dan pedagang lokal di wilayah Kota Depok.
“Skema ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Pancoran Mas,” ujar Heru Aceel.
Kepala Satuan Pelayanan MBG Pancoran Mas Depok menyampaikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ketat.
Setiap menu disusun dan diverifikasi oleh tenaga ahli gizi untuk memastikan kandungan makronutrien dan mikronutrien sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Setiap porsi makanan yang diproduksi telah melalui proses pengawasan mutu guna memastikan keamanan pangan dan kecukupan gizi bagi penerima manfaat,” jelasnya.
Untuk wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Dapur MBG Mampang III ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan per hari.
Makanan tersebut didistribusikan menggunakan armada khusus ke sekolah-sekolah penerima manfaat di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Depok.
Selain siswa, guru di sekolah penerima juga mendapatkan jatah makanan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pembiasaan pola makan bergizi di lingkungan pendidikan.
Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Baca juga: MBG Tetap Dibagikan Saat Ramadan, Kepala BGN Sebut Menunya Tahan 12 Jam
Pada tahun 2026, BGN menargetkan program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan dukungan anggaran sebesar Rp335 triliun, sebagai bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan kedaulatan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.