BWS Sumatera V Normalisasi 43 Sungai di Sumbar, 25 Sungai Sudah Masuk Tahap Pengerjaan
January 20, 2026 11:27 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang akan melakukan normalisasi 43 sungai di Sumatera Barat (Sumbar) guna mengantisipasi banjir susulan. 

Langkah ini dilakukan menyusul tingginya sedimentasi sungai akibat bencana banjir dan banjir bandang yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumbar pada akhir November 2025 lalu.

Dari total 43 sungai tersebut, sebanyak 25 sungai saat ini sudah dalam tahap pengerjaan normalisasi dan akan terus berlanjut secara bertahap.

Hal itu disampaikan Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, saat pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, di Padang, Selasa (20/1/2026).

“Kita akan melakukan normalisasi di 43 sungai di Sumbar. Saat ini, dari jumlah tersebut, 25 sungai sudah dikerjakan dan prosesnya akan terus berlanjut,” ujar Naryo.

Baca juga: Standar HAM Jadi Paspor Produk RI ke Pasar Global, KemenHAM Tekankan Kepatuhan Dunia Usaha

Untuk penanganan normalisasi 43 sungai tersebut, BWS Sumatera V Padang mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,4 triliun.

Naryo menjelaskan, penanganan sungai pascabencana dilakukan melalui dua tahapan, yakni tahap tanggap darurat dan tahap rehabilitasi serta rekonstruksi (rehab-rekon).

“Penanganan sungai pascabencana ini kita lakukan dalam dua tahap. Pertama saat tanggap darurat dan kedua pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelasnya.

Saat ini, BWS Sumatera V Padang terus melakukan pembukaan jalur sungai guna mengantisipasi potensi terjadinya banjir susulan yang dapat berdampak pada permukiman warga maupun lahan pertanian.

Baca juga: PLN UID Sumbar Lepas Relawan PLN ke Aceh, Dukung Pemulihan Listrik Pascabencana

“Kami terus melakukan pembukaan alur sungai agar tidak terjadi lagi banjir susulan yang berdampak ke permukiman dan pertanian. Ini menjadi prioritas agar cepat tertangani,” katanya.

Menurut Naryo, normalisasi sungai diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana banjir ke depannya. 

Hingga saat ini, progres penanganan normalisasi sungai telah mencapai sekitar 50 persen.

“Tujuan utama normalisasi ini agar dampak banjir bisa berkurang. Ke depan, kita harapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Selain fokus pada penanganan sungai, BWS Sumatera V Padang juga akan melakukan perbaikan sejumlah jaringan irigasi di Sumbar untuk penunjang sektor petanian, di antaranya Irigasi Batang Sinamar Kandi, Irigasi Batang Anai, hingga Irigasi Sawah Laweh.

“Untuk perbaikan irigasi tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,1 triliun,” tutup Naryo.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.