Memasuki Bulan Syaban 1447 H, Simak Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Sebelum Bulan Ramadhan
January 20, 2026 11:35 PM

 

SURYAMALANG.COM - Syaban menjadi bulan penuh keberkahan sebelum Ramadhan. Salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah puasa Ayyamul Bidh, yakni puasa tiga hari di pertengahan bulan.

Tahun ini, pelaksanaannya bertepatan dengan 1–3 Februari 2026.

Puasa di bulan Syaban adalah salah satu anjuran dari Rasulullah SAW, sebagaimana salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’."

Adapun, puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan bagi umat Islam yang bisa dikerjakan setiap bulannya dalam perhitungan kalender Hijriah.

Secara harfiah, Ayyamul Bidh dapat diartikan sebagai "hari-hari putih".

Penamaan tersebut merujuk pada fenomena di mana pada ketiga malam tersebut, cahaya bulan terlihat bersinar sangat terang dan tampak penuh.

Puasa ini dikerjakan selama tiga hari, tepatnya pada 13, 14, dan 15 setiap bulan kecuali pada hari-hari Tasyrik.

Lantas, kapan pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada bulan Syaban 1447 H?

Berdasarkan kalender resmi dari Kementerian Agama (Kemenag), 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa (20/1/2026).

Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H adalah sebagai berikut:

Minggu, 1 Februari 2026/13 Syaban 1447 H

Senin, 2 Februari 2026/14 Syaban 1447 H

Selasa, 3 Februari 2026/15 Syaban 1447 H.

Bacaan Niat

Seperti ibadah lainnya, puasa Ayyamul Bidh juga diawali dengan niat untuk melaksanakannya.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala."

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Berikut adalah keutamaan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh:

1. Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun

Umat Islam yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan seperti berpuasa sepanjang tahun.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Dzar RA:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ (رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ. وَقَالَ: حسن .وَصَححهُ ابْن حبَان من حَدِيث أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْه)

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi saw bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun."

"Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya' [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)

2. Memenuhi Ajaran Rasulullah SAW

Hadits lainnya yang menjelaskan keutamaan puasa ini terdapat dalam wasiat Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Hurairah RA. 

Beliau berpesan agar tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh. 

"Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, 'Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.'" (HR Bukhari no 1178)

Tata Cara

Sama seperti puasa pada umumnya, puasa Ayyamul Bidh diawali dengan niat lalu menahan lapar dan haus selama seharian penuh.

Berikut tata cara puasa Ayyamul Bidh selengkapnya:

1. Membaca niat 

2. Melaksanakan sahur sebelum terbit fajar

3. Tidak makan dan minum hingga terbenam matahari, serta menghindari hal-hal yang mengurangi pahala puasa.

4. Buka puasa saat mendengar adzan Magrib berkumandang, disunnahkan dengan kurma berjumlah ganjil.

Berikut adalah bacaan doa buka puasa:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahummalakasumtu wabika amantu wa ala rizkika aftortu birohmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."

(SURYAMALANG.COM/TRIBUNJABAR.COM)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.