TRIBUNKALTARA.COM - Berikut ini alasan terbaru Cristian Chivu seusai Inter Milan dihajar oleh Arsenal di Liga Champions 2025/2026.
Cristian Chivu beralasan, Arsenal lebih unggul dalam hal intensitas, teknik, kecepatan, dan cara menguasai lapangan, dibanding dengan anak asuhnya di Inter Milan.
Pelatih Inter Milan itu menambahkan, Inter Milan kurang beruntung pada gol kedua dari situasi sepak pojok.
Alasan itu diungkapkan oleh Cristian Chivu sesaat setelah Inter Milan dihajar oleh Arsenal di match ke-7 Liga Champions.
Duel Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions digelar pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Laga Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions dihelat di San Siro
Baca juga: Prediksi Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions, 3 Alasan Nerazzurri Bakal Tumbang
San Siro terletak di distrik San Siro, Milan, Italia.
Stadion San Siro merupakan kandang klub Serie A Liga Italia AC Milan dan Inter Milan.
Stadion San Siro markas Inter Milan itu, memiliki kapasitas tempat duduk sekitar 80.018.
Kick off Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions dihelat mulai pukul 03.00 WIB dini hari tadi.
Main di kandang sendiri, Inter Milan dihajar oleh Arsenal dengan skor 3-1.
Inter Milan tertinggal lebih dulu lewat gol pemain Arsenal, Gabriel Jesus di menit 10.
Namun Inter Milan sanggup membalas lewat Petar Sucic di menit 18.
Apes buat Inter Milan, karena Arsenal sanggup tambah dua gol lagi.
Gol Arsenal selanjutnya dicetak oleh Gabriel Jesus di menit 31.
Setelah itu, Viktor Gyokeres cetak gol penutup di menit 84.
Inter Milan besutan Cristian Chivu pun kena hajar oleh Arsenal di Liga Champions 2025/2026.
Baca juga: Bocoran Daftar Pemain Absen Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions
Pasca dihajar Arsenal di Liga Champions 2025/2026, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, angkat bicara.
Ia beber alasan sebenarnya sehingga anak asunya dipermalukan di San Siro, yang notabene kandangnya sendiri.
Ribuan Interisti pun dibuat terdiam oleh Meriam London julukan Arsenal, besutan Mikel Arteta itu.
"Mereka lebih unggul dalam hal intensitas, teknik, kecepatan, dan cara menguasai lapangan.
Mereka adalah tim yang selalu terjun ke setiap duel.
Kami tampil cukup baik dan bisa saja mencetak gol saat kedudukan 1-1, tetapi insiden bisa mengubah suasana tim.
Kami juga kurang beruntung pada gol kedua dari situasi sepak pojok.
Para bek kami berusaha menghalau bola di garis gawang, tetapi bola membentur mistar dan jatuh ke kepala pemain mereka," kata Cristian Chivu, dikutip TribunKaltara.com dari laman Inter Milan, pada Rabu pagi.
Cristian Chivu menambahkan, pada babak kedua, Arsenal meningkatkan fokus dan tampil lebih tenang.
Sementara Inter Milan, malah kesulitan menciptakan peluang.
"Mereka tim yang terorganisasi dengan baik, penuh kualitas, dan mampu memasukkan pemain pengganti yang tepat untuk menimbulkan masalah.
Kami harus menunggu besok untuk melihat bagaimana posisi di klasemen.
Kami tahu mungkin harus melalui babak play-off, dan itu bukan masalah bagi kami," tambah Cristian Chivu.
Keok lawan Arsenal, bikin Inter Milan tercecer ke posisi sembilan klasemen Liga Champions dengan 12 poin.
Sementara Arsenal kian kokoh di puncak klasemen Liga Champions dengan 21 poin.
"Kami menargetkan terus berkembang selangkah demi selangkah, karena penting untuk menjaga keyakinan bahwa apa yang kami lakukan sudah benar," pungkas Cristian Chivu.
Baca juga: Prediksi Inter Milan vs Napoli, Chivu dan Conte Pembuktian Allenatore Terbaik Serie A
Inter Milan
Yann Sommer
Manuel Akanji
Francesco Acerbi
Alessandro Bastoni
Federico Dimarco
Petar Sucic
Piotr Zielinski
Nicolo Barella
Luis Henrique
Marcus Thuram
Lautaro Martinez.
Pelatih: Cristian Chivu
Arsenal
David Raya
Jurrien Timber
William Saliba
Cristhian Mosquera
Myles Lewis-Skelly
Martin Zubimendi
Mikel Merino
Eberechi Eze
Bukayo Saka
Gabriel Jesus
Leandro Trossard
Pelatih: Mikel Arteta




































(*)