Jenazah Perempuan Korban Pesawat ATR Tiba di Mortem Biddokkes Polda Sulsel, Tempuh Jarak 85,7 Km
January 21, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 akhirnya tiba di RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/1/2026) malam.

Jenazah berjenis kelamin perempuan tersebut dievakuasi dari Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menggunakan ambulans TNI bernomor pelat 4522-XIV.

Perjalanan dari Desa Tompo Bulu menuju Biddokkes Polda Sulsel menempuh jarak sekitar 85,7 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih dua hingga tiga jam.

Setibanya di Makassar, ambulans memasuki area Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel pada pukul 22.38 WITA dan langsung diarahkan ke zona steril yang telah dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI.

Baca juga: 3 Fakta Penting Sebelum Pesawat 42-500 Jatuh, Awan Cumulonimbus Menghadang hingga Gagal Pendaratan

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan penerimaan satu kantong jenazah dari tim SAR.

Ia menjelaskan bahwa proses serah terima dilakukan di Posko AJU Tompo Bulu sebelum jenazah dibawa ke Makassar. “Tim DVI Polda Sulawesi Selatan telah menerima satu kantong jenazah dari Basarnas.

Yang tadi serah terimanya dilaksanakan di Posko AJU Tompo Bulu, dan sekarang sudah tiba di Bidokkes,” ujar Didik dalam keterangan resminya di Bidokkes Polda Sulsel.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas korban. Didik menegaskan bahwa proses identifikasi masih berlangsung dan membutuhkan waktu.

“Tetapi, secara fisik, jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan. Tetapi karena perempuan ada dua, maka saya belum bisa mengidentifikasi, nanti akan kita tunggu lebih lanjut,” terangnya.

Sementara itu, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat delapan korban yang belum ditemukan.

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR gabungan bersama unsur TNI dan Polri tetap bertahan dan bermalam di kawasan Pegunungan Bulusaraung. 

“Kita masih sama, tim hari ini semuanya bermalam di sana. Sejak awal kita memang sudah menyiapkan logistik dan perlengkapan bagi tim yang bermalam di lokasi pencarian,” jelas Bangun Nawoko.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar operasi pencarian dapat langsung dilanjutkan secara maksimal sejak pagi hari. Untuk Rabu (21/1/2026), strategi pencarian disusun berdasarkan hasil evaluasi hari sebelumnya guna meningkatkan efektivitas di lapangan.

Jenazah korban yang telah tiba di Makassar akan menjalani pemeriksaan post mortem sebagai bagian dari proses identifikasi. Tim DVI Polri nantinya akan mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem yang telah dikumpulkan dari keluarga korban, termasuk data DNA serta dokumen pendukung lainnya.

Diketahui, dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat ATR 42-500 tersebut, dua di antaranya merupakan pramugari. Proses pencarian dan identifikasi korban pun masih terus berlanjut di tengah medan berat dan kondisi alam yang menantang.

POSKO POST MORTEM- Garis polisi dipasang di sekitar area post mortem untuk membatasi akses. Puluhan personel kepolisian dan TNI memastikan hanya petugas berkepentingan yang bisa masuk, Selasa (20/1/2026)
POSKO POST MORTEM- Garis polisi dipasang di sekitar area post mortem untuk membatasi akses. Puluhan personel kepolisian dan TNI memastikan hanya petugas berkepentingan yang bisa masuk, Selasa (20/1/2026) (TRIBUN TIMUR/Erlan Saputra)

Korban Pertama di Kampung Baru Maros

Jenazah korban pertama pesawat ATR 42-500 dievakuasi Tim SAR Gabunan dari lereng puncak gunung Bulusaraung menuju Kampung Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Selasa (20/1/2026) siang.

Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengatakan saat ini posisi jenazah pertama sudah berada di wilayah Desa Lampeso, Kabupaten Maros, dan tengah dalam proses evakuasi menuju akses jalan utama.

“Update posisi jenazah yang bisa kami sampaikan, pertama jenazah pertama yang beridentitas laki-laki sekarang posisinya di Desa Lampeso Itu berada di Kabupaten Maros,” katanya saat ditemui Posko utama SAR Gabungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, proses evakuasi masih membutuhkan waktu cukup lama mengingat kondisi geografis yang sulit serta jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.

“Ini sedang dalam proses evakuasi karena sampai dengan desa terdekat kemudian masih sampai dengan jalan utama masih kurang lebih 4 sampai 5 jam dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Menurutnya, jenazah pertama dipastikan akan dievakuasi menuju Maros dan tidak memungkinkan dibawa kembali ke wilayah sebelumnya.

EVAKUASI KORBAN PESAWAT - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko ditemui di Post Mortem Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Selasa (20/1/2026) malam. Pangdam mengawal jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari Desa Tompo Bulu, Pangkep.
EVAKUASI KORBAN PESAWAT - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko ditemui di Post Mortem Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Selasa (20/1/2026) malam. Pangdam mengawal jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari Desa Tompo Bulu, Pangkep. (TRIBUN TIMUR/Erlan Saputra)

“Jenazah pertama jelas ke Maros, karena itu sudah posisi di sana, tidak mungkin lagi kembali ke sini,” ungkapnya.

Rute evakuasi direncanakan akan tembus ke wilayah Camba dan selanjutnya menuju Kampung Baru, di mana ambulans telah disiagakan.

“Ini nanti tembusnya ke Camba. Kita usahakan di Kampung Baru,” ujarnya.

“Dari Lampeso ke kampung baru itu harus berjalan kaki kurang lebih 4 sampai 5 jam. Ambulance sudah standby di sana (Kampung Baru),” tambah dia..

Namun demikian, proses evakuasi masih dihadapkan pada kendala cuaca yang belum bersahabat sejak pagi hingga sore hari.

“Karena kesulitan yang ada masih tetap terus, kita ketahui bersama sampai sore, dari pagi cuaca ini terjadi hujan yang cukup deras,” jelasnya.

Tim SAR gabungan hingga kini tetap berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi korban lainnya dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah medan ekstrem dan hujan lebat yang melanda kawasan pegunungan.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.