TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Sontrol, Desa Siremen, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, bernama Latiyah, memohon kepada pemerintah Indonesia agar segera memulangkannya dari Arab Saudi.
Latiyah mengaku tengah mengalami sakit serius berupa pendarahan dan sudah tidak sanggup lagi bekerja.
Dalam sebuah video yang beredar, Latiyah menyampaikan bahwa dirinya telah dipulangkan oleh majikannya ke sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Riyadh, Smasco Arab Saudi.
Namun hingga kini, ia belum juga bisa kembali ke Indonesia karena diminta membayar biaya sebesar Rp40 juta.
"Saya di sini sakit dan sudah tidak kuat lagi bekerja. Saya sakit pendarahan dan sekarang sudah tiga bulan lebih diisolasi,” ujar Latiyah dalam video keterangannya, Rabu, (21/1/2026).
Baca juga: Pengakuan TKW Asal Serang Banten, Kerja Tersiksa 8 Bulan Karena Sudah Dibeli Majikan Rp 70 juta
Latiyah berharap pemerintah, khususnya Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dapat membantunya agar segera dipulangkan ke tanah air.
Menurutnya, pihak perusahaan penyalur yang memberangkatkannya meminta uang puluhan juta rupiah sebagai syarat kepulangan.
Orang tua Latiyah, Apas, membenarkan kondisi anaknya tersebut. Ia mengatakan Latiyah telah bekerja di Arab Saudi sekitar satu tahun dan selama lima bulan terakhir sering mengeluhkan sakit.
"Anak saya sudah lima bulan mengeluh sakit dan sering minta pulang, tapi PT bilang kalau mau dipulangkan harus keluar uang Rp40 juta," ungkap Apas.
Pihak keluarga kini hanya berharap adanya kepedulian dan tindakan cepat dari pemerintah agar Latiyah bisa segera mendapatkan perawatan dan kembali ke Indonesia dengan selamat.