Debit Sungai Komering Meningkat, Ratusan Rumah dan Sekolah di OKI Terendam Banjir
January 21, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Debit air Sungai Komering kembali mengalami peningkatan signifikan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sejak awal tahun 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan banjir meluas dan merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan.

Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada sektor pendidikan.

Aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah terpaksa dialihkan ke sistem dalam jaringan (daring) akibat genangan air yang belum surut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Listiadi Martin, mengatakan salah satu sekolah yang terdampak adalah SD Negeri 1 Ulak Jermun di Kecamatan SP Padang.

“Banjir juga menggenangi SD Negeri 1 Ulak Jermun. Untuk proses belajar mengajar terpaksa dilakukan secara daring,” ujar Listiadi, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data sementara BPBD OKI, banjir yang sebelumnya melanda Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan kini bergeser dan meluas ke wilayah Ilir.

Di Kecamatan Kayuagung tercatat sebanyak 575 rumah terdampak banjir. Sementara di Kecamatan SP Padang terdapat 540 rumah terendam, dan Kecamatan Pedamaran sebanyak 388 rumah terdampak.

Untuk Kecamatan Tanjung Lubuk, pendataan masih terus dilakukan.

Listiadi menjelaskan, ketinggian air di permukiman warga bervariasi. Di Desa Tanjung Serang, Kecamatan SP Padang, ketinggian air mencapai 10 hingga 20 sentimeter.

“Hari ini kami laporkan volume air Sungai Komering kembali meningkat. Sejumlah permukiman di pinggiran sungai sudah terdampak, termasuk Kelurahan Kedaton, Jua-jua, dan Paku di Kecamatan Kayuagung,” jelasnya.

Meski ratusan rumah warga telah terendam, hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi secara massal.

BPBD OKI terus melakukan pemantauan tinggi muka air serta berkoordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi banjir yang lebih luas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.