Harga Ikan di Jepara Naik dari 25 hingga 50 Persen, Dampak Cuaca Buruk
January 21, 2026 06:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Suasana tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara tetap ramai meski cuaca buruk melanda perairan laut Jepara, Rabu (21/1/2026).

Meski kondisi gelombang tinggi mencapai 3-4 meter membuat nelayan berpikir dua kali untuk melaut, namun beberapa nelayan dengan perahu kecil tetap nekat berlayar untuk mencari ikan demi sesuap nasi untuk keluarga.

Mereka menerjang tingginya gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, dalam rangka menjaga agar jual beli ikan di TPI Ujungbatu tetap hidup.

Cuaca buruk gelombang air laut tinggi membuat pasokan ikan tak sebanyak hari-hari biasanya.

Baca juga: Pasokan Ikan di Cilacap Berkurang Akibat Gelombang Tinggi Menerjang

Baca juga: Curhat Pilu Pegawai Mebel Jepara: Kerja 19 Tahun, Cuma Diberi Kompensasi Kurang Dari Rp10 Juta

Harga jual ikan melambung tinggi karena ikan yang didapatkan nelayan juga menurun drastis.

Kapal-kapal besar milik nelayan justru gagal berlayar dan hanya bersandar di dermaga. Sementara perahu-perahu kecil nelayan justru berani berlayar meski dalam radius dekat lantaran ombat tinggi.

Pedagang, Solikhah menyampaikan, kenaikan harga ikan diperkirakan antara 25 - 50 persen. Faktornya adalah pasokan ikan menurun lantaran tidak semua nelayan berani berlayar.

Selain itu, nelayan juga tidak mudah mencari ikan dampak ombak yang tinggi. Rata-rata nelayan hanya berlayar tidak lebih dari 4 jam karena khawatir cuaca buruk beresiko terhadap keselamatan jiwa.

"Kenaikannya bervariasi, terutama yang ikan-ikan besar, stoknya tidak banyak. Contoh ikan kakap sekarang jualnya antara Rp 55.000 - 60.000 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 40.000 per kilogram," terangnya.

Selain kakap, kenaikan juga terjadi pada jenis ikan lainnya. Tongkol misalnya, biasanya dibandrol Rp 15.000 - 20.000 per kilogram, kini tembus Rp 30.000 per kilogram. Cumi-cumi sebelumnya dibandrol Rp 70.000 per kilogram, kini dijual di atas Rp 80.000 per kilogram. Begitu juga jenis ikan lainnya yang mengalami kenaikan harga 25-50 persen dampak cuaca buruk.

Solikhah memperkirakan kondisi serupa bakal terjadi hingga, Sabtu (24/1/2026). Bahkan dimungkinkan berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

"Faktornya karena gelombang tinggi dan masih dalam suasana awal tahun," ujar dia.

Gelombang tinggi di laut Jepara ini berlangsung sepekan terakhir. Tinggi gelombang sempat mereda pada 19 Januari. Namun keesokan harinya ombak laut kembali meningkat.

Nelayan, Soni Purwanto (34) mengakatan, gelombang tinggi membuatnya tidak berlayar lebih dari 4 jam. Sehingga tangkapan ikan pun berkurang dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Biasanya, Soni melaut lebih dari 4 jam setiap hari minimal dua kali menebar jaring ikan.

Namun, kali ini dia tidak mau ambil resiko dengan berlayar sekitar 2 jam saja atau hanya sekali menebar jaring ikan.

Akibatnya, hasil tangkapan ikan Soni berkurang. Dari biasanya bisa mendapatkan minimal 2 ember untuk masing-masing jenis ikan. Kini tak lebih dari satu ember hasil tangkapannya.

"Saat ini musimnya cumi-cumi. Biasanya kalau pas musim cumi bisa dapat 2-3 ember. Hari ini karena gak berani melaut lama, dapatnya hanya 1 ember. Jenis ikan lainnya juga sama. Termasuk ikan kembung, tongkol, kakap, tengiri dan lain-lainnya," ujar dia.

Soni pun berencana libur melaut pada, Kamis (22/1/2026) karena diprediksi gelombang laut meningkat.

Dia tidak mau ambil resiko jika memaksakan diri berlayar dengan kondisi cuaca tidak stabil.

"Kalau gak melaut ya libur, di rumah. Kabarnya (cuaca buruk) sampai Sabtu. Tapi lihat kondisi riil di lapangan," ujar dia.

Pembeli, Khomsatun sudah tidak kaget lagi ketika cuaca buruk berdampak pada kenaikan harga ikan.

Dia menyadari bahwa nelayan kesulitan mencari ikan ketika ombak tinggi, karena beresiko terhadap keselamatan jiwa.

"Kalau musimnya seperti ini wajarlah harga ikan naik. Namun masih terjangkau, tinggal sebagai konsumen mengurangi porsi pembeliannya saja," tuturnya. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.