TRIBUNJATIM.COM – Jadwal MotoGP Brasil 2026 yang seharusnya digelar pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna diprediksi bakal molor.
Hingga kini, progres renovasi sirkuit baru mencapai 84 persen, menimbulkan keraguan apakah seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu.
Musim MotoGP 2026 sendiri dipastikan akan dimulai lebih dulu di Chang International Circuit, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret, sebelum berlanjut ke Brasil sebagai seri kedua.
Proses homologasi yang ketat kerap membuat lintasan harus menjalani perombakan besar-besaran, bahkan tak jarang berujung pada penundaan atau pembatalan balapan.
Baca juga: Palsukan Stiker Parkir VIP MotoGP Mandalika, Mamat Dapat Rp5 Juta, Rugikan Penyelenggara Rp1,1 M
Masuknya sirkuit baru ke dalam kalender MotoGP memang selalu memunculkan antusiasme.
Situasi serupa kini mengiringi Grand Prix Brasil, yang dijadwalkan menjadi seri kedua MotoGP pada 20–22 Maret di Autódromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna.
Hingga saat ini, sirkuit tersebut masih dalam tahap renovasi besar, sehingga muncul keraguan apakah seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu.
Baca juga: Minta Maaf Telat Datang Apel MotoGP Mandalika, Polisi Malah Dibogem dan Disiram Tuak Kapolsek
Pemerintah Negara Bagian Goias pun angkat bicara. Melalui badan infrastruktur dan transportasi setempat, Goinfras, disampaikan bahwa progres renovasi sirkuit baru mencapai 84 persen.
Target awal proyek memang rampung pada Desember. Namun, setelah dilakukan inspeksi oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) dan promotor MotoGP, Dorna Sports, muncul sejumlah persyaratan tambahan.
Kondisi itu, ditambah keterlambatan teknis di lapangan, membuat jadwal penyelesaian bergeser.
Sejumlah fasilitas utama masih dalam proses pembaruan, mulai dari paddock, pit, tribun penonton, pusat media, hingga menara kontrol. Area administrasi juga ikut direnovasi, serta pembangunan pusat medis baru.
Sementara di lintasan, pihak pengelola telah melakukan pengaspalan ulang, termasuk penambahan kerb, pembatas keselamatan, dan perluasan area run-off demi memenuhi standar keselamatan MotoGP.
Pada fase akhir, pekerjaan difokuskan pada pengaspalan jalur servis, penyempurnaan area run-off, serta instalasi sistem elektronik untuk pencatatan waktu, komunikasi, dan kebutuhan siaran televisi. Pekan ini, sirkuit Goiania dijadwalkan kembali menjalani inspeksi oleh FIM, yang sejak beberapa bulan terakhir terus memantau perkembangan proyek dan menilai tidak ada alasan untuk merasa khawatir.
Menteri Olahraga Goias, Rudson Guerra, memastikan proyek tersebut sudah mendekati tahap akhir.
“Kami hampir menyelesaikan seluruh pekerjaan. Kami terus berkoordinasi dengan federasi internasional balap motor dan mobil untuk memastikan semua standar terpenuhi. Goiania akan menjadi satu-satunya sirkuit di Brasil yang memiliki homologasi tertinggi untuk balap motor dan balap mobil,” kata Guerra, dikutip dari Motosan.es dilansir via Kompas.com pada Selasa (19/1/2026).