Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Lelang Puluhan kendaraan nirguna Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo laku keras.
Lelang terbuka yang dilakukan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun, banjir peminat.
Dari total 50 motor dan 13 unit roda empat (R4), hanya satu kendaraan yang disimpan ulang di gudang.
Sehingga total yang laku ada 62 kendaraan.
“23 paket lelang dibuka. Dan dari 63 aset, 62 di antarnya laku terjual. Hasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp 800 juta lebih,”ungkap Kabid Aset BPPKAD Ponorogo Zaenal Arifin, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Sidak Tambang Ponorogo, Hanya 9 Lokasi Kantongi Izin Resmi
Menurutnya, ada beberapa kendaraan ditawar tiga kali lipat dari limit yang dipatok Pemkab Ponorogo. Menurutnya, hanya satu kendaraan R4 yang tidak laku.
“Satu kendaraan itu memang sudah kali kedua ini kami lelang. Dan tidak laku untuk kedua kalinya,” tegas Zaenal saat dikonfirmasi Tribunjatim Network.
Contoh yang laku tiga kali lipat adalah Kijang Innova G keluaran 2015, dibandrol limit Rp 40,5 juta. Mobil berplat AE 43 SP bekas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Statistik itu laku Rp 129 juta.
Contoh lain adalah Toyota Rush keluaran 2016 yang di limit Rp 29,2 juta terjual Rp 50 juta. Dari total Rp 385,1 juta limit yang dipatok, hasil lelang itu tembus Rp 862,9 juta.
“Semuanya akan masuk sebagai PAD (pendapatan asli daerah) Ponorogo. Hasilnya dua kali lipat lebih dibandingkan prediksi,” jabarnya.
Baca juga: Jembatan Rusak Wagir Lor Ponorogo Bakal Dibangun Pakai BTT Provinsi Rp4 Miliar
Zaenal memastikan bahwa akan terus melakukan optimalisasi. Dimana seluruh kendaraan yang tidak lagi digunakan bermanfaat sebagai pemasukan daerah.
“Digelear secara daring (online). Untuk memastikan seluruh lelang berjalan transparan tanpa adanya manipulasi,” tegasnya.
Menurutnya, Pemkab Ponorogo melakukan seluruh prosesnya secaratransparan, proses lelang menggandeng langsung KPKNL Madiun dan setiap orang bisa melihat langsung barang mana secara fisik sebelum lelang.