Keracunan Diduga Akibat MBG Terjadi di Sentolo Kulon Progo
January 21, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Keracunan makanan diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di wilayah Kapanewon Sentolo, Kulon Progo.

Puluhan orang menjadi korban, meliputi pelajar hingga guru.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto membenarkan adanya kasus keracunan diduga akibat mengonsumsi makanan dari MBG.

"Awalnya kami menerima laporan gejala keracunan sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (20/01/2026) kemarin," kata Nur Hadi ditemui di Kantor Disdikpora Kulon Progo, Rabu (21/01/2026).

Pihaknya pun langsung melakukan pendataan terhadap mereka yang mengalami gejala keracunan.

Hingga pukul 06.34 WIB, Rabu pagi, tercatat sebanyak 87 orang yang mengalami keracunan, baik pelajar dan guru.

Nur Hadi mengatakan hingga kini pendataan masih terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes). Sebab jumlah korban keracunan masih bisa terus bertambah.

Baca juga: Dosen UMY Sebut Gaya Diplomasi Prabowo Sebagai Diplomasi FOMO, Begini Penjelasannya

"Nanti kami akan melakukan pendataan secara detail, seperti nama pelajar, alamat, sekolahnya, gejalanya, hingga dirawat di sana," jelasnya.

Dari 7 Sekolah

Berdasarkan data yang diberikan, 87 orang tersebut sempat dirawat di 4 fasilitas kesehatan (faskes).

Meliputi Puskesmas Sentolo 1, Klinik Pengasih Husada, RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, dan RS Queen Latifa Sentolo.

87 orang ini berasal dari 7 sekolah di wilayah Sentolo, meliputi 83 pelajar dan 4 guru. Total ada sebanyak 18 orang yang sempat menjalani rawat inap pada Senin kemarin.

"Hari ini sebagian pelajar yang bergejala keracunan sudah masuk sekolah lagi," ungkap Nur Hadi.

Adapun keracunan kali ini merupakan yang ketiga terjadi di Kulon Progo. Terakhir terjadi di wilayah Kapanewon Wates pada Juli 2025 dengan lebih dari 400 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

Salah satu sekolah dengan korban keracunan terbanyak adalah Sekolah Dasae Negeri (SDN) 2 Sentolo. Kepala SDN 2 Sentolo, Suryadi mengungkapkan ada 21 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

"Sebanyak 13 anak masih izin masuk sekolah, sekarang istirahat di rumah," katanya.

Suryadi menerima laporan pelajarnya mengalami gejala keracunan sekitar pukul 17.15 WIB, Selasa. Informasi didapat dari orang tua pelajar yang menyampaikannya lewat grup percakapan WhatsApp.

Pelajar tersebut dilaporkan mengalami muntah-muntah dan langsung dirujuk ke Puskesmas Sentolo I. Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Sentolo I hingga para orang tua pelajar.

"Jumlah yang bergejala terus bertambah sampai pukul 21.00 WIB, kebanyakan sempat dirawat di Puskesmas," jelas Suryadi.

Sanksi Tegas

Dikutip dari Tribunnews, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan akan memberikan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang terlibat dalam kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Untuk seluruh SPPG yang mengalami kejadian (keracunan MBG), setop operasi," kata Dadan setelah rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (20/1/2026).

Dadan menekankan bahwa sanksi akan diperberat jika ditemukan adanya pelanggaran fatal terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

Selain pembekuan operasi dalam waktu yang lebih lama, pihak BGN juga akan menyetop pemberian insentif sampai perbaikan dilakukan secara menyeluruh.

"Dan bahkan kalau kita menemukan ada pelanggaran yang fatal, kita setop agak lama dan juga tidak kita berikan insentif sampai dia memperbaiki diri," ujarnya. 

Dadan menyesalkan masih adanya insiden keracunan MBG, meskipun tren kasus tersebut sempat mengalami penurunan.

"Ya yang memang kita sesalkan ya masih ada kejadian. Kan sebetulnya trennya sudah menurun ya sampai di akhir Desember (2025) itu sisa 12," ucapnya. (alx/tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.