Warga Pasar Ambacang Padang Krisis Air Bersih, Bantuan Tangki Hanya Cukup untuk Kebutuhan Sehari
January 21, 2026 10:27 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Warga Komplek Perumahan Durita Asri Sejahtera, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang mengaku kesulitan akses air bersih.

Krisis air bersih ini sudah dirasakan oleh warga sejak akhir November 2025 lalu. Sejumlah warga mengaku kekeringan semenjak galodo yang berpusat di kawasan Batu Busuk, Padang.

Dampaknya, sumur warga kekeringan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Tak hanya itu, air sungai pasca terjadi bencana di beberapa tempat di Kota Padang juga masih keruh sampai saat ini.

Salah satu warga, Intan mengaku daerahnya masih mengalami kekeringan sejak akhir November 2025, hingga saat ini.

Baca juga: Anggota DPRD Sumbar BSN Terancam Jemput Paksa, Tiga Kali Mangkir Panggilan Kejari Padang

Mulai dari Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) hingga Semen Padang.

Namun untuk bantuan air bersih dari pihak pemerintahan maupun yang lainnya sudah masuk per harinya.

Akan tetapi, pasokan air bersih yang diberikan hanya bertahan dalam sehari. Sedangkan untuk esok harinya, harus menunggu mobil tangki air datang memberikan bantuan.

"Kondisi daerah kami masih kering sampai hari ini, bantuan sudah masuk, namun hanya bertahan dalam sehari," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Rabu (21/1/2026).

Ia mengaku, untuk ke depannya tidak tahu apakah bantuan tetap masuk atau tidak, sebab Intan mengaku ada nomor antrian terhadap penyaluran air bersih.

Baca juga: Target Liga 4 Sumbar, Fadly Amran Lepas Skuad PSP Padang Sang Pandeka Minang

"Untuk besok belum tahu, soalnya di daerah ini, setiap blok butuh air, belum daerah lainnya," tambahnya.

Senada, warga lainnya bernama Winda mengaku bantuan air tidak selalu datang setiap harinya.

Sehingga ia berharap, bantuan air dapat tersalurkan agar bisa mencukupi kebutuhan mandi, memasak, mencuci dan lain sebagainya.

"Masih kering sampai saat ini, mohon bantuan dari pemerintah," sebutnya.

Cara Ajukan Air Bersih

Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Pauh dan Kuranji, kian memprihatinkan. 

Warga di Kelurahan Binuang Kampuang Dalam masih bergantung  pada kiriman bantuan truk tangki.

Kondisi sumur warga yang mengering total pascabencana banjir besar November 2025 lalu membuat kebutuhan akan air bersih menjadi urusan hidup dan mati.

Namun, tidak sedikit warga yang masih bingung bagaimana cara mendapatkan bantuan distribusi air tersebut secara resmi.

Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan bahwa layanan distribusi air ini tersedia bagi seluruh masyarakat yang terdampak secara kolektif.

Baca juga: Nasib Korban Galodo Padang, Huntap Kapalo Koto Mulai Dibangun Akhir Januari Usai Hunsela Rampung

Bagi masyarakat yang wilayahnya mengalami krisis air serupa, BPBD Kota Padang telah membuka jalur komunikasi khusus. 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan kondisi terkini melalui kontak resmi yang telah disediakan.

Warga dapat menghubungi nomor kontak Pusdalops BPBD Kota Padang di 085891522181. 

Layanan ini siaga untuk menerima laporan terkait titik-titik lokasi yang memerlukan suplai air darurat.

Namun, pelaporan tidak bisa dilakukan secara asal. Albanna, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap laporan yang masuk.

Dalam melaporkan kebutuhan air, warga diminta untuk menyertakan alamat yang jelas dan detail.

Baca juga: 23 Tahun SPSC, Wali Kota Padang Ajak Komunitas Jalan Pagi Jaga Kota Tetap Sehat

Hal ini bertujuan agar armada tangki tidak kesulitan menemukan titik distribusi saat melakukan mobilisasi di lapangan.

Selain alamat, warga juga diwajibkan untuk menyediakan data kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK). 

Pendataan ini dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi oleh pemerintah daerah.

Setelah laporan diterima dan diverifikasi, tim BPBD akan menjadwalkan pengiriman. Di lokasi terdampak seperti di RT 04 RW 04 Binuang Kampuang Dalam, warga biasanya sudah berjejer rapi dengan wadah penampungan.

Warga menyiapkan wadah seperti ember, jeriken, atau bak penampungan darurat di pinggir jalan utama. Penyiapan wadah ini penting untuk mempercepat proses pengisian dan distribusi ke seluruh warga yang mengantre.

Baca juga: Edukasi Keselamatan Listrik Sejak Dini, PLN UP3 Padang Sasar Mahasiswa Politeknik Aisyiah Sumbar

Tidak ada batasan jumlah air yang boleh diambil per kepala keluarga. Selama warga memiliki wadah yang cukup, petugas akan membantu mengisi hingga penuh demi memenuhi kebutuhan domestik mereka.

Satu hal yang perlu dicatat oleh masyarakat adalah mengenai skala prioritas pengisian. BPBD Kota Padang menegaskan bahwa mereka tidak melayani pengisian tandon atau tedmon yang berada di dalam rumah atau area privat.

Kebijakan ini diambil untuk menjamin prinsip keadilan. Fokus utama petugas adalah mengisi wadah-wadah yang diletakkan di luar rumah atau di area publik agar akses air dapat dinikmati oleh orang banyak secara merata.

"Kami memprioritaskan kepentingan orang banyak. Pengisian wadah di luar lebih efisien agar seluruh warga dalam satu kawasan bisa mendapatkan jatah yang adil," jelas Albanna.

Saat ini, BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki yang bekerja hampir tanpa henti dari pukul 04.00 WIB dini hari. Dalam satu hari, total distribusi air mencapai sekitar 70.000 liter melalui 14 trip pengiriman.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.