Kinerja BUMD di Kota Pekanbaru, Ada Stagnan hingga Berubah Bisnis Inti
January 21, 2026 10:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Pekanbaru masih belum memperlihatkan kinerja optimal pada tahun 2025 silam. Kondisi Ini terungkap setelah berlangsung Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa waktu lalu.

Kedua BUMD milik Pemerintah Kota Pekanbaru yang masih jadi sorotan yaitu Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan Perumda Tirta Siak Pekanbaru.

Catatan bagi SPP yaitu perubahan bisnis intinya berupa pengelolaan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP).

Pengelolaan bus tersebut kini beralih ke UPT Trans Metro Pekanbaru dalam bentuk pengelolaan BLUD. Mereka juga melakukan pengembangan bisnis dengan mengelola Taman Labuai City Walk Pekanbaru.

"Mereka harus bisa mengembangkan unit bisnis baru dan bisa menjadi agenda utama, kawasan itu nanti dapat jadi sentra UMKM," terang Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, pengelolaan pusat kuliner itu diharapkan bisa membantu finansial BUMD.

Mereka juga harus melakukan percepatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Dirinya menyebut bahwa pemerintah kota sedang mempersiapkan formula pembenahan kedua BUMD tersebut. Ia menyebut untuk Perumda Tirta Siak Pekanbaru sedang persiapan adendum dengan mitra KPBU.

"Agar kerjasama bisa berlanjut, tentu dengan peninjauan kembali terhadap poin yang jadi persoalan bagi  PDAM," jelasnya.

Pihaknya sedang berupaya untuk menurunkan  air tanpa rekening atau NRW.

Lalu Perumdam Tirta Siak Pekanbaru harus meningkatkan jumlah pelanggan yang stagnan di kisaran 12 ribu pelanggan.

Ingot menilai BUMD yang kondisinya normal yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru. Namun proses seleksi direktur baru BPR itu masih berlangsung.

"Pansel sudah melakukan seleksi, sudah tahap wawancara dan kini tinggal keputusan kepala daerah," jelasnya.

Ingor menyebut agar direktur baru BPR siap menjadikan bank pemerintah kota itu menjadi bank syariah. Target nasabahnya juga harus mengarah ke pelaku UMKM.

"Kan semangat pembentukan BPR itu membantu pelaku UMKM mendapat akses," paparnya.

Ingot menyadarisatu BUMD lagi yakni Perumda Tirta Siak Pekanbaru belum memiliki direktur defenitif. Ia belum membeberkan rencana seleksi terhadap calon direktur baru perusahaan air minum daerah itu.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.