TRIBUNWOW.COM - Puasa Ramadhan seringkali menjadi tantangan bagi sejumlah orang untuk melakukan pekerjaan berat, satu di antaranya adalah berolahraga.
Olahraga bahkan dianjurkan sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khattab seperti berenang, memanah, dan naik kuda.
Di sisi lain olahraga juga menjadi ikhtiar untuk menjaga nikmat yang telah diberikan Allah berupa kebugaran tubuh.
Namun, bagaimana anjuran untuk melakukan olahraga saat di bulan puasa Ramadhan?
Dikutip dari Baznas, ulama seperti Imam Nawawi membolehkan untuk tetap berolahraga di bulan puasa selama tidak berlebihan dan tidak mendatangkan mudarat seperti batal puasa sebelum waktunya.
Di samping itu, Rasulullah sendiri juga pernah bersabda bahwa Allah lebih menyukai hamba-Nya yang kuat daripada yang lemah.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim)
Maka dari itu, hendaknya seseorang tetap melakukan olahraga di bulan puasa sepanjang dapat mengetahui kemampuan diri dan mengatur ritme olahraga yang tepat.
Baca juga: Ramadhan Tinggal 48 Hari, Simak Tips Persiapannya dan Doa Agar Masih Diberi Kesempatan Berpuasa
Waktu, Durasi, dan Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan saat Puasa
Olahraga saat bulan puasa tentu memiliki porsi yang berbeda dibanding saat tidak berpuasa.
Dilansir oleh situs UNESA, ada beberapa rekomendasi olahraga saat puasa.
Pertama, olahraga dapat dilakukan satu jam sebelum waktu berbuka agar cairan tubuh dan tenaga yang berkurang dapat segera terganti.
Selain sebelum berbuka, olahraga juga dapat dilakukan setelah buka puasa atau setelah tarawih, namun dengan catatan diberikan jeda setidaknya 1-2 jam agar makanan dapat tercerna dengan baik.
Kedua, dari sisi jenis olahraga, hendaknya memilih olahraga yang memiliki intensitas ringan sampai sedang saja.
Misalnya, seseorang dapat melakukan latihan kekuatan seperti push up, sit up, back up, squat, dll.
Olahraga lain seperti jalan cepat dan bersepeda juga dapat menjadi pilihan asal dengan jarak yang sesuai dengan kemampuan diri.
Selain itu, olahraga kelenturan seperti yoga dan pilates bisa juga menjadi pilihan.
Ketiga, durasi olahraga dapat bervariasi tergantung kemampuan fisik masing-masing.
Namun, jika merujuk rekomendasi WHO, setidaknya olahraga dilakukan 3-5 kali seminggu dan sekitar 30-50 menit di setiap kali olahraga.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)