Jadwal Pemakaman Jenazah Florencia Wibisono Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 Jatuh
January 22, 2026 06:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO – Pencarian terhadap korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 membuahkan hasil.

Satu di antaranya adalah Florencia Wibisono pramugari di pesawat tersebut, meski ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah Florencia Wibisono sudah dievakuasi.

Baca juga: Jenazah Pramugari Florencia Wibisono Akan Disemayamkan di Tondano, Pemakaman Digelar Sabtu Siang

Jenazah Florencia Wibisono sudah dipastikan melalui identifikasi yang dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel.

Rencananya jenazah korban terlebih dahulu akan diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Setelah itu baru akan dibawa ke Sulawesi Utara.

Jenazah akan disemayamkan di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

‎Kabar tersebut disampaikan oleh kakak korban, Natasya Wibisono, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (21/1/2026).

‎“Untuk keluarga, teman-teman, dan kerabat Ollen di Jakarta bisa melihat untuk terakhir kali besok pagi dari pukul 10.00 sampai 21.00 WIB,” tulis Natasya dalam unggahannya.

‎Selanjutnya, pada Jumat (23/1/2026), jenazah akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Kota Manado, sebelum dibawa ke Tondano untuk disemayamkan di rumah duka.

‎Rencananya, ibadah pemakaman Florencia Wibisono akan dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026).

‎Florencia Wibisono merupakan salah satu korban dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500. 

Hasil Identifikasi

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Polda Sulsel Kombes Pol dr.Muhammad Haris mengumumkan identitas korban.

"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono," ujar Dr Muhammad Haris dalam konferensi pers di Biddokes Polda Sulsel pada Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 wita

Florencia Lolita Wibisono teridentifikasi berumur 33 tahun.

Dengan alamat di Alamat OAK Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Identifikasi dilakukan pada sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis.

Sementara itu Korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan melalui jalur udara dari Kampung Lampeso, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026  pagi.

Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter AS 365 N3+ Dauphin milik Basarnas Makassar setelah kondisi cuaca di lokasi kejadian dinyatakan mendukung.

Kepala Seksi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan proses evakuasi dapat berjalan lancar karena cuaca cerah sejak pagi hari.

“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi,” katanya.

Helikopter Dauphin Basarnas diberangkatkan dari Lampeso pada pukul 07.47 Wita. 

Dua menit kemudian, helikopter dengan nomor registrasi HR-3601 itu lepas landas dari titik evakuasi.

Proses pengangkatan jenazah menggunakan metode hoist dilakukan pada pukul 07.59 Wita. 

Selanjutnya, helikopter bertolak menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Helikopter yang diawaki Pilot Kapt. Andro dan Kapt. Virnanda serta Lettu Vicky itu mendarat dengan aman di Lanud Sultan Hasanuddin sekitar pukul 08.15 Wita.

“Heli AS 365 N3+ Dauphin (HR-3601) telah landing dengan aman setelah melaksanakan evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500,” jelasnya.

Setibanya di Lanud Sultan Hasanuddin, jenazah korban langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel untuk proses identifikasi lebih lanjut. (PET/TRIBUN TIMUR)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.