TRIBUNTRENDS.COM - Fakta-fakta terkait proses evakuasi jenazah Florencia, pramugari yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR, perlahan terungkap ke publik.
Tragedi ini tak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga mengungkap kisah pilu di balik kepergiannya.
Florencia diketahui tengah mempersiapkan rencana pernikahan dengan seorang pilot, sebuah harapan bahagia yang kini harus pupus akibat kecelakaan tersebut.
Kepergian Florencia juga meninggalkan luka bagi rekan-rekan sesama pramugari, khususnya para junior yang mengaku sangat terpukul.
Baca juga: Momen Haru Saat Black Box Pesawat ATR 42-500 Tiba di Pos Gabungan, Saksi Bisu Perjuangan Tim SAR
Sosok Florencia dikenal ramah, hangat, dan selalu memberi teladan, sehingga kehilangan dirinya menjadi duka bersama di lingkungan kerja.
Jenazah pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, dan diidentifikasi pada Rabu (21/1/2026).
Ia menjadi korban kedua yang dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).
Meninggalnya Florencia Lolita Wibisono membawa kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, serta calon suaminya yang berprofesi sebagai pilot.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya rencana hidup di hadapan musibah yang datang tanpa diduga.
Anggota Tim SAR Arai Sulsel, Saiful Malik, mengungkapkan bahwa jasad Florencia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di medan yang sangat berbahaya.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tersangkut di dahan pohon pada lereng yang sangat terjal.
“Posisinya sekitar 100 meter sebelum titik bagian depan pesawat ditemukan,
Di bawahnya jurang sedalam 300 meter dengan risiko longsor dan bebatuan tajam.
Kalau tidak tersangkut, kemungkinan bisa jatuh lebih dalam,” jelas Saiful.
Menurut Saiful, kondisi jasad Florencia relatif masih utuh saat ditemukan, meski terdapat sejumlah luka berat.
Salah satu luka yang terlihat jelas adalah patah pada kaki kanan, yang diduga kuat akibat benturan keras saat peristiwa terjadi.
Sejumlah akun media sosial yang mengaku sebagai junior Olen di dunia penerbangan mengungkapkan kenangan tentang kebaikan mendiang semasa hidup.
Ungkapan duka dan penghormatan itu banyak dibagikan melalui media sosial.
Akun TikTok @chindymulyani, dalam unggahan pada Senin (19/1/2026), mengenang Olen sebagai senior yang baik dan sabar.
Ia menyebut Olen tidak pernah bersikap kasar saat memberi arahan kepada juniornya.
Chindy juga sempat berharap Olen bisa selamat, meski harapan tersebut akhirnya pupus.
"Mba Olen sayang, mba itu idola aku, yang nggak pernah marah yang selalu ngasih arahan ke aku.
Mba semoga ada keajaiban Tuhan yaa mba.
Mba itu pinter pasti mba tahu cara bertahan ya mba," tulis Chindy.
Unggahan serupa dibagikan akun TikTok @adelia_cing. Adelia mengunggah kenangan saat Olen menjadi pelatih pramugari junior dan mengucapkan terima kasih atas bimbingannya.
"Dear mbak Olen, kamu sangat menyayangimu.
Beristirahatlah dengan tenang, berjalan di atas angin dan terbanglah tinggi.
Terimakasih telah datang ke kehidupan kami," tulis Adelia.
Di balik kabar duka yang menyelimuti kepergian Florencia, terungkap fakta bahwa mendiang sebenarnya tengah mempersiapkan rencana pernikahan dalam waktu dekat.
Kabar bahagia tersebut sebelumnya menjadi harapan besar bagi keluarga, sebelum akhirnya berubah menjadi kesedihan mendalam.
Hal itu disampaikan oleh kerabat korban, Juwita, yang mengungkapkan bahwa Florencia memang sedang dalam tahap persiapan menuju jenjang pernikahan.
Menurutnya, rencana tersebut telah dibicarakan secara serius di lingkungan keluarga dan disambut dengan penuh antusias.
“Iya, memang ada rencana menikah, kami sekeluarga sudah menantikan momen bahagia itu karena rencananya secepatnya,” ujar Juwita.
Rencana pernikahan yang semula dinantikan sebagai awal lembaran baru kehidupan Florencia kini hanya menyisakan duka dan kenangan bagi keluarga serta orang-orang terdekatnya.
Juwita mengungkapkan bahwa calon suami Florencia berasal dari lingkungan pekerjaan yang sama, yakni dunia penerbangan.
Pria tersebut diketahui berprofesi sebagai seorang pilot dan telah menjalin hubungan yang serius, bahkan telah merencanakan masa depan bersama Florencia sebelum tragedi ini terjadi.
Sebagai anak bungsu yang dikenal sangat dekat dengan keluarga, kepergian Florencia menjadi pukulan berat bagi orang-orang terdekatnya.
Sosoknya dikenal hangat, penyayang, dan selalu menghadirkan keceriaan di tengah keluarga, sehingga kehilangannya meninggalkan luka mendalam dan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Setelah seluruh proses identifikasi dan administrasi di RS Bhayangkara Makassar rampung, jenazah Florencia akan diserahkan kepada pihak keluarga.
Selanjutnya, jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta Timur untuk disemayamkan terlebih dahulu, sebelum akhirnya dimakamkan.
Proses ini menjadi momen terakhir bagi keluarga dan kerabat untuk memberikan penghormatan serta doa perpisahan bagi almarhumah.
(TribunTrends.com)