TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Nasib malang dialami peternak bernama I Wayan Muliada asal Banjar Lumbuan, Desa Persiapan Lumbuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 Wita.
Akibat hujan lebat disertai angin kencang, sebuah pohon aren di dekat kandang sapi dan babinya tumbang, menyebabkan ternaknya mati seketika.
Berdasarkan data dihimpun di Mapolres Bangli, Rabu 21 Januari 2026, pada Selasa sore, korban menerima informasi dari warga bahwa kandang sapi dan babi miliknya tertimpa pohon aren.
Baca juga: BPBD Bali Catat Bencana 2.644 Kejadian Selama 2025, Terbanyak Pohon Tumbang, Banjir 482 Kejadian
Setelah itu, korban langsung menuju lokasi dan menemukan kandang sapi dan babi roboh akibat tertimpa pohon aren.
Lebih menyakitkan lagi, ia mendapati satu ekor sapi dan satu ekor babi miliknya telah mati akibat tergencet pohon.
Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 14 juta.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Susut untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: BENCANA Pohon Tumbang Terbanyak, Lalu Banjir 482 Kejadian, BPBD Bali: 2.644 Kejadian Selama 2025!
Saksi-saksi yang menyaksikan kejadian ini adalah I Wayan Muliada dan I Wayan Subadra, keduanya warga Banjar Lumbuan.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
Kata dia, diduga pohon tersebut tumbang akibat cuaca ekstrem.
"Diduga pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang," ujarnya.
Di tengah cuaca ekstrem ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati.
Sebab, cuaca seperti ini sangat rentan terjadi bencana alam seperti pohon tumbang. (*)