Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, menunjukkan tren peningkatan tipis dalam tiga hari terakhir.
Informasi terbaru yang dihimpun TribunGayo.com, Kamis (22/1/2026) jika berdasarkan pengamatan periodik sejak tanggal 19- 21 Januari 2026, Gunung Burni Telong, dengan ketinggian 2.623 MDPL tersebut, masih ditetapkan pada Level II atau status Waspada.
Data dari Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong menunjukkan peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan adanya pergerakan magma di bawah permukaan.
Pada, Senin (19/1/2026), tercatat sebanyak 7 kali gempa vulkanik dalam, yang kemudian meningkat menjadi 8 kali pada, Selasa (20/1/2026), dan mencapai 9 kali pada, Rabu (21/1/2026) kemarin.
Selain itu, aktivitas internal, instrumen seismograf juga merekam aktivitas tektonik yang cukup signifikan di sekitar Kawasan.
Baca juga: Gempa Magnitudo 2,2 Guncang Bener Meriah, Aktivitas Burni Telong Masih Level II
Pada, Rabu (21/1/2026), tercatat terjadi 3 kali gempa tektonik lokal dan 3 kali gempa tektonik jauh dengan durasi guncangan hingga 145 detik.
Secara visual, gunung kebanggaan masyarakat Dataran Tinggi Gayo (DTG) ini umumnya terpantau cerah berawan hingga tertutup kabut dengan suhu udara di puncak berkisar antara 14 hingga 23 °C.
Sementara hingga saat ini, tim pengamat Muhammad Saiful Zulkiram dan Suwardi Putra melaporkan bahwa belum teramati adanya kepulan asap yang keluar dari kawah utama ke permukaan.
Lantas merespons perkembangan tersebut, pihak PVMBG tetap mengeluarkan instruksi tegas bagi masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius aman 3 km.
Masyarakat juga sangat ditekankan untuk menjauhi area fumarola dan solfatara atau lubang gas belerang, terutama saat cuaca mendung atau hujan.
Hal ini dilakukan guna menghindari risiko akumulasi gas beracun yang dapat terkonsentrasi di permukaan tanah dan membahayakan keselamatan jiwa.
Pihak otoritas mengimbau warga di kaki Gunung Burni Telong agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pemerintah daerah bersama PVMBG memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama 24 jam penuh guna memastikan mitigasi bencana yang cepat dan akurat.
Masyarakat diharapkan selalu merujuk pada informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau pos pengamatan setempat guna mendapatkan data terkini mengenai aktivitas seismik gunung api Gunung Burni Telong. (*)