Cuaca Ekstrem Hantam Teluk Ende, Dua Kapal Motor Tenggelam dalam 24 Jam
January 22, 2026 03:42 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Cuaca ekstrem melanda pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua unit kapal motor dilaporkan tenggelam akibat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Teluk Ende, Senin (19/01/2026).

Dua kapal yang mengalami musibah tersebut yakni KM Ana Oda dan Perahu Motor (PM) Fatir. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

KM Ana Oda Karam Saat Ditinggal Beristirahat

Insiden pertama menimpa KM Ana Oda, kapal motor berbobot 20 Gross Ton (GT) milik Iskandar A. Karim. 

Kapal tersebut diketahui masih berlabuh dengan aman di Pantai Amburima sekitar pukul 02.00 Wita.

Karena kondisi cuaca saat itu dinilai cukup kondusif, nakhoda bersama anak buah kapal (ABK) memutuskan untuk beristirahat di darat. Namun, situasi berubah drastis hanya dalam waktu satu jam.

Sekitar pukul 03.00 Wita, saat nakhoda kembali ke lokasi untuk memeriksa kapal menggunakan senter, KM Ana Oda sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut. 

Kapal sepanjang kurang lebih 22 meter tersebut diduga tenggelam akibat gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba.

Kapal karam bersama seluruh muatan dan perlengkapannya, di antaranya, Mesin 4 silinder Isuzu 125 PS, Mesin 4 silinder Isuzu 100 PS, Mesin deret 300 PK, Genset 3.000 watt, Genset 1.200 watt, 10 unit lampu sorot 100 watt, Solar satu drum Bensin dua jerigen (35 liter), Beras dua karung, Kunci dan peralatan mesin, Empat unit baterai accu 70 SMP Panel cas dan kontroler serta 10 buah ember.

Akibat kejadian tersebut, pemilik kapal mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga: Abrasi di Paupanda Ende, Delapan Rumah Rusak Berat, Warga Dievakuasi 

PM Fatir Hancur Dihantam Gelombang

Belum reda keterkejutan atas tenggelamnya KM Ana Oda, insiden serupa kembali terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 Wita di Pantai Ambundai.

Perahu Motor Fatir, milik Nurdin (55), ditemukan dalam kondisi hancur. Papan alas perahu kayu tampak berhamburan di sepanjang pesisir pantai akibat dihantam gelombang tinggi.

“Kapal ditemukan sudah tenggelam, namun masih terikat pada pelampung,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Kerugian material akibat tenggelamnya PM Fatir diperkirakan mencapai Rp75 juta, meliputi mesin engkol, peralatan pancing, serta sejumlah perlengkapan elektronik.

Menanggapi dua kejadian tersebut, personel Satpolairud Polres Ende langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan, serta pengumpulan bahan keterangan.

Kasat Polairud Polres Ende, AKP Pua Hamid, mengimbau seluruh masyarakat nelayan agar meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami meminta para nelayan untuk lebih waspada dan memastikan peralatan keselamatan, seperti life jacket, selalu tersedia. Saat ini angin kencang dan gelombang tinggi sangat berisiko bagi aktivitas di laut,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Ia juga menegaskan agar nelayan selalu memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut dan untuk sementara waktu menunda aktivitas penangkapan ikan hingga kondisi perairan Teluk Ende kembali kondusif.

Kondisi laut yang masih bergelombang tinggi disertai angin kencang menjadi kendala utama bagi tim di lapangan maupun pemilik kapal. (bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.