Bandung Kembali Jadi Kota Termacet di Indonesia Versi TomTom Traffic Index 2025
January 22, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Bandung kembali menjadi kota termacet se-Indonesia berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025.

TomTom adalah perusahaan teknologi pemetaan yang setiap tahunnya merilis laporan mengenai tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia, termasuk Indonesia.

Berdasarkan TomTom Traffic Index yang dirilis pada Rabu (21/1/2026), laporan itu mengevaluasi kota-kota di berbagai negara berdasarkan waktu tempuh rata-rata, tingkat kemacetan, serta kecepatan kendaraan saat jam sibuk.

Di Indonesia, Bandung menempati peringkat ke-16 dunia sekaligus menjadi kota termacet di Indonesia sepanjang 2025.

Sementara di tingkat Asia, Bandung menempati posisi kelima.

Tercatat, Bandung memiliki tingkat rata-rata kemacetan sebesar 64,1 persen dan rata-rata kecepatan 18,5 km/jam.

Tingkat kemacetan sendiri adalah rata-rata waktu tambahan (dalam persen) yang hilang akibat kemacetan lalu lintas, dibandingkan dengan berkendara dalam kondisi lalu lintas lancar.

TERJEBAK KEMACETAN - Kendaraan terjebak kemacetan saat melintas di Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/12/2024).
TERJEBAK KEMACETAN - Kendaraan terjebak kemacetan saat melintas di Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/12/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Baca juga: Rp100 Miliar Digelontorkan untuk Underpass, Jalan Gatot Subroto Cimahi Bakal Bebas Macet Akhir 2026

Sebelumnya, Bandung juga menjadi kota termacet se-Indonesia pada tahun 2024.

Sementara, di peringkat kedua kota termacet se-Indonesia adalah Jakarta dengan rata-rata kemacetan 64,1 persen dan rata-rata kecepatan 22,8 km/jam.

Jakarta sendiri menempati posisi ke-24 di dunia dan kedelapan di Asia.

Berikut adalah kota termacet di Indonesia berdasarkan TomTom Traffic Index 2025 selengkapnya:

1. Bandung
• Rata-rata kemacetan: 64,91 persen
• Kecepatan rata-rata: 18,5 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 4,6 km
• Waktu hilang per tahun: 129 jam

2. Jakarta
• Rata-rata kemacetan: 59,8 persen
• Kecepatan rata-rata: 22,8 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 5,7 km
• Waktu hilang per tahun: 125 jam

3. Medan
• Rata-rata kemacetan: 54,2 persen
• Kecepatan rata-rata: 18,8 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 4,7 km
• Waktu hilang per tahun: 132 jam

4. Palembang
• Rata-rata kemacetan: 52,7 persen
• Kecepatan rata-rata: 21,2 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 5,3 km
• Waktu hilang per tahun: 112 jam

5. Surabaya
• Rata-rata kemacetan: 43,7 persen
• Kecepatan rata-rata: 21,5 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 5,4 km
• Waktu hilang per tahun: 94 jam

Baca juga: Jalan Terusan Exit Tol Soroja Soreang Bisa Makin Macet, Dibangun Separator Masih Ada Parkir

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.