Terancam Paspor Dicabut, Syifa WNI yang Gabung Tentara Amerika Serikat Ternyata Kini Berstatus WNA
January 22, 2026 06:32 PM

 


TRIBUNSUMSEL.COM - Status Syifa (20) Warga Negara Indonesia asal Banten yang bergabung menjadi anggota Army National Guard Amerika Serikat (AS) kini tengah proses menjadi Warga Negara Asing (WNA).

Hal ini diungkap Safitri, ibu Syifa dilansir Tribun Sumsel lewat Youtube Metro TV, pada Kamis (22/1/2026).

Safitri mengatakan sebelum anaknya bergabung masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) namun kini tengah proses menjadi Warga Negara Amerika.

"Sebelum join army memang status anak saya masih warga negara Indonesia, setelah bergabung dengan army National Guard otomatis anak saya akan menjalani proses sebagai warga negara Amerika," tuturnya.

WNI TENTARA AS - Potret Syifa WNI jadi tentara Amerika Serikat saat bersama sang ibu. Keputusan Syifa bergabung menjadi tentara AS karena ingin membanggakan orang tuanya.
WNI TENTARA AS - Potret Syifa WNI jadi tentara Amerika Serikat saat bersama sang ibu. Keputusan Syifa bergabung menjadi tentara AS karena ingin membanggakan orang tuanya. (TikTok/Tangkapan layar @bunda_kesidaa)

Lebih lanjut, Safitri mengatakan anaknya bergabung menjadi tentara AS karena ingin membanggakan orang tua dan mendapatkan pendidikan yang diinginkan Syifa.

"Alasannya karena kita di sini tinggal dengan izin resmi atau legal dengan jalur green card, kemudian anak saya Syifa memilih bergabung dengan tentara army National Guard karena dia berkeinginan salah satunya untuk membanggakan orang tua dan salah satunya untuk mendapatkan pendidikan dan pengembangan diri yang diinginkan oleh anak saya," kata Safitri.

Baca juga: Pengakuan Syifa Bergabung jadi Tentara Amerika Serikat Ingin Banggakan Ortu, Status Proses WNA

Sebagai orang tua, Safitri mengaku khawatir dengan keputusan putrinya.

Meski begitu, ia dan keluarga tetap mendukung.

"Saya sebagai orang tua sangat khawatir karena belum tentu bergabung di army itu tidak semudah jalan tol, orang-orang terdekat keluarga mendukung," jelasnya.

Baca juga: Menkum Supratman Bereaksi Soal Syifa, WNI jadi Tentara AS, Sebut Tak Boleh Kecuali Izin Presiden

Lebih lanjut, Safitri mengungkapkan awal mula sang anak bergabung menjadi tentara AS.

Hal itu karena Syifa sekolah dan tinggal di AS sehingga ia berkeinginan bergabung menjadi tentara AS.

"Awal mula anak saya bergabung karena sudah tinggal di sini dan sekolah di Amerika, maka dia berkeinginan masuk di army National Guard,"  terangnya.

Menkum Ancam Cabut Cabut Paspor

Sebelumnya, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) tidak boleh menjadi tentara Amerika Serikat setelah viral Kezia Syifa bergabung sebagai anggota Army National Guard Amerika Serikat (AS).

Supratman mengatakan, keterlibatan Kezia Syifa harus diverifikasi terlebih dahulu.

Menurutnya, WNI tidak boleh menjadi tentara asing kecuali mendapatkan izin dari Presiden.

"Itu harus diverifikasi terlebih dahulu, kebenarannya. Prinsipnya setiap WNI tidak boleh bergabung dengan kesatuan tentara asing kecuali atas izin presiden,” kata Supratman, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut, Supratman mengatakan, setiap WNI otomatis kehilangan status kewarganegaraannya jika bergabung dengan tentara asing tanpa izin Presiden.

“Kalau bergabung tidak dengan izin Presiden maka kewarganegaraan WNI yang bersangkutan otomatis hilang,” ujar dia.

Karenanya, Supratman mengatakan, keterlibatan Kezia Syifa dalam tentara AS harus diverifikasi terlebih dahulu. 

Dia mengatakan, jika terbukti ikut menjadi tentara asing, Kementerian Imigrasi akan melakukan pencabutan paspor. 

“Makanya harus dipastikan betul soal kepastian keterlibatannya. Setelah didapatkan bukti-bukti bahwa benar WNI tersebut terlibat, maka bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian Imigrasi untuk pencabutan dokumen perjalanan termasuk paspor yang bersangkutan,” ucap dia.

Sebuah video yang memperlihatkan momen haru seorang ibu melepas anak perempuannya yang hendak berangkat tugas menjadi perbincangan publik. 

Perempuan muda itu tampak mengenakan seragam militer Amerika Serikat (AS) dan berhijab, sembari berpamitan dengan keluarga.

Video yang diunggah akun Instagram @bunda_kesidaa pada Sabtu (17/1/2026) memperlihatkan momen haru saat mengantarkan putrinya ke bandara untuk bertugas sebagai tentara Amerika Serikat.

Sang putri yang memakai hijab terlihat mengenakan seragam loreng tentara AS.

Pada seragam bagian dada sebelah kiri tertulis "US Army" yang diketahui merupakan tentara Angkatan Darat AS.

Perempuan yang diketahui bernama Syifa itu berpamitan dengan ayah dan ibunya.

Sang ibu tampak memberikan semangat dan doa kepada putri yang disapa “kakak”.

Penjelasan Keluarga

Syifa dan keluarga ternyata sudah menetap di Amerika Serikat sejak 2023.

Hal ini diungkap ibu Syifa, Safitri.

Safitri beserta suami dan dua anak perempuannya pindah ke Amerika Serikat setelah mendapat visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang.

Adapun saat ini Safitri dan keluarga tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC.

Safitri menjelaskan, Syifa saat ini tengah menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan ini.

Putri pertamanya itu mendaftarkan diri sebagai National Guard.

Dikutip dari nationalguard.mil, National Guard adalah komponen cadangan militer Amerika Serikat yang direktut oleh masing-masing negara bagian. Tetapi, National Guard juga dapat dikerahkan dalam level nasional apabila dibutuhkan.

"Awalnya saya juga takut, saya kira disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anak saya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office," jelas Safitri.

Safitri menjelaskan, keputusan sang putri untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan.

"Awal ke sini ada tetangga juga dari Indonesia yang juga menjadi army di sini, mereka kemudian memberikan informasi lebih lengkap," ungkapnya.

Ia mengatakan sang putri akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS.

Adapun terkait penampilan berhijab yang dikenakan Syifa, Safitri menyebut tidak ada masalah.

"Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab."

"Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia," ungkap Safitri.

Diwarnai Pro-Kontra 

Keputusan Syifa yang masih berstatus WNI untuk menjadi anggota militer di AS mendapat berbagai macam respons dari netizen.

Ada yang mendukung, ada juga yang menyesalkan.

Terkait itu, Safitri dan keluarga tidak terlalu mempermasalahkan.

"Mereka yang berkomentar negatif mungkin tidak mengetahui seperti apa kenyataannya."

"Bagi mereka yang mendukung dan berkomentar positif tentu kami mengapresiasi," pungkas Safitri.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.