Pasca Ratusan Siswa di SMKN 3 Boyolangu, 9 Siswa SMK Sore Tulungagung Dirawat Diduga Keracunan MBG
January 22, 2026 09:32 PM

 


SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Lagi-lagi dugaan keracunan setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Tulungagung. Setelah SMKN 3 Boyolangu, sekarang kejadian serupa dialami 9 siswa di SMK Sore Tulungagung yang menerima MBG, Kamis (22/1/2026).

Para siswa itu dirawat di UGD Puskesmas Beji, fasilitas kesehatan terdekat dari sekolah. Mereka mengalami mual, muntah, pusing, hingga pandangan berkunang-kunang.

Kejadian ini menjadi yang kedua dalam sepekan setelah keracunan massal di SMKN 3 Boyolangu, Selasa (20/1/2026) lalu. Empat siswa harus diinfus karena kondisinya cukup parah.

Para siswa ini berasal dari kelas X jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Salah satu siswa, David Surya (16), mengaku hari ini jam MBG diundur dari pukul 09.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB. "Lauknya fillet ikan patin, dibuat katsu. Teksturnya terasa aneh," ungkapnya.

Daging ikan patin itu embek, seperti kurang matang. Namun David dan kawan-kawan tetap menghabiskan seluruh porsi MBG itu. Dan satu jam kemudian, atau sekitar pukul 11.00 WIB, David merasakan mual.

"Sebenarnya tidak begitu parah. Sempat bertahan di sekolah, di UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)," tambahnya.

Namun semakin lama rasa sakitnya semakin menjadi. David tidak sendirian, bersama 7 temannya ia dibawa ke Puskesmas Beji sekitar pukul 13.30 WIB.

Keracunan Satu Kelas

Satu orang siswa kemudian menyusul masuk ke UGD Puskesmas Beji pada pukul 15.00 WIB. "Ini semua dari satu kelas yang sama. Kelas X jurusan TSM," tegasnya.

Sebelum menu MBG datang, David mengaku sempat makan ayam geprek dari kantin. Namun teman-temannya tidak makan ayam geprek namun juga mengalami gejala keracunan. "Hanya MBG makanan yang sama yang kami konsumsi," katanya.

Ahmad Yuwanto, Waka Sarpras SMK Sore Tulungagung mengatakan, hari ini memang jadwal MBG diundur karena pembelajaran siang.

Ada 3 kloter MBG dikirim pada pukul 10.00 WIB, semua langsung habis dikonsumsi para siswa. Namun karena MBG dibagikan siang, banyak siswa yang membeli makanan sebelum menerima MNG.

"Ada yang makan ayam geprek, ada yang makan sate dari rumah. Kalau dari rasa, tidak ada yang aneh," ucap Yuwanto.

Yuwanto menjadi guru tester untuk MBG di SMK Sore Tulungagung. Menurutnya, rasa menu yang disajikan sangat enak, meski ia tidak tahu nama menu yang disajikan.

Menu MBG disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1. "Ada 2.627 siswa penerima manfaat," tandas Suwanto.

Dinas Kesehatan Tulungagung masih melakukan observasi kepada siswa, sekolah dan SPPG. Dinkes belum memastikan, apakah gejala keracunan ini karena MBG atau makanan lain yang sebelumnya sudah dikonsumsi. 

Sebelumnya, ratusan siswa SMKN 3 Boyolangu mengalami gejala keracunan, diduga dampak MBG yang dikonsumsi sebelumnya.

Gejala yang dialami mulai mual, sampai diare. Sebanyak 123 siswa sempat dirawat di UKS karena gejala sakit yang dialaminya. Sementara 70 siswa tidak masuk sekolah karena gejala keracunan yang dialami. *****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.