Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Montir berinisial S(35) asal Pati, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di rumah kontrakannya di wilayah Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (22/1/2026).
Kapolsek Indramayu, AKP Indrie Hapsari, mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh petugas keamanan kompleks perumahan yang kebetulan tinggal bersama di rumah kontrakan tersebut.
Menurut dia, jajarannya menerima laporan mengenai peristiwa itu kira-kira pukul 06.00 WIB, dan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Baca juga: Dukung Rencana UNJ Bangun Kampus di Indramayu, Pemkab Bantu Siapkan Lahan
Petugas pun tampak langsung memasang garis polisi di rumah kontrakan yang didominasi warna biru muda tersebut kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Indramayu.
"Kami mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Indramayu untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Indrie Hapsari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1/2026).
Ia mengatakan, hingga kini jajarannya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami penyebab kematian hingga motif korban nekat mengakhiri hidup.
Pihaknya pun turut menghubungi keluarga korban, dan menelusuri alamat serta nomor kontaknya melalui di ponselnya, karena korban tinggal seorang diri di Indramayu.
Baca juga: Video 35 Detik Gegerkan Cirebon, Pesta Terlarang di Tempat Hiburan Malam Disorot Keras
"Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi diketahui korban bekerja sebagai montir di bengkel sepeda motor di Indramayu kira-kira sejak enam bulan lalu," kata Indrie Hapsari.
Sementara, sekuriti perumahan, Rizki, menyampaikan, selama tinggal di Indramayu korban belum pernah menunjukkan KTP maupun identitas lainnya, dan hanya mengaku berasal dari Pati.
Bahkan, selama tinggal di kompleks tersebut korban juga dikenal sebagai sosok pendiam, dan cukup tertutup tentang kehidupan maupun permasalahan pribadinya.
"Saat mengobrol juga seperti ada batas, dan tidak pernah cerita apa-apa, tetapi kemarin-kemarin saya sempat melihat korban seperti uring-uringan setelah melihat ponselnya," ujar Rizki.
Disclaimer
Bunuh diri bisa saja terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Layanan konseling bisa menjadi pilihan untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/