Kronologi Kecelakaan Maut Tabrakan Beruntun di Banyuwangi, 1 Korban Tewas
January 22, 2026 09:35 PM

 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI  - Polisi mengungkap kronologi kecelakaan maut berupa tabrakan beruntun di Jalan Raya Banyuwangi-Jember, tepatnya di Desa/Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/1/2026) sore. 

Kecelakaan yang melibatkan dua truk dan satu mobil penumpang, Daihatsu Xenia itu menewaskan seorang sopir truk.

Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Suhaili (62), warga Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi tewas di lokasi.

Tubuh sopir truk bermuatan tanah urukan itu tergencet body kabin yang ringsek usai tabrakan.

Baca juga: Kecelakaan Pikap Box Vs Truk di Jalur Situbondo-Banyuwangi, Lima Penumpang Terjepit dalam Kendaraan

 

Gara-Gara Manuver Pengendara Motor

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Andi Restu Darmawan menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk bernopol DK 8040 UY melintas dari arah Jember menuju Banyuwangi. 

Truk bermuat tanah urukan itu berjalan di lajur kanan sekitar pukul 13.30 WIB.

"Truk disalip oleh sepeda motor dari sisi kiri. Setelah menyalip truk, sepeda motor tersebut memotong jalan ke jalur kanan," kata Andi.

Karena merasa kaget, sopir truk refleks membanting setir ke kanan. Bantingan setir itu membuat truk terlempar ke lajur berlawanan.

Naasnya, tepat dari jalur menuju Jember, sebuah mobil Daihatsu Xenia bernopol P 147x YG melintas.

Pengemudi mobil berkelir putih itu pun membanting setir ke kiri hingga kendaraannya menabrak pohon pinggir jalan.

Meski demikian, truk bermuatan tanah urukan justru menabrak truk lain bermuatan batang besi yang melintas di belakang mobil putih.

Truk besar bernopol P 931x UR itu tertabrak bagian depan kanan hingga ringsek.


Kronologi tersebut sedikit berbeda dengan kronologi yang disampaikan salah satu saksi mata di lokasi .

"Untuk pengemudi dan penumpang kendaraan lain, kami masih mendatanya. Saat ini semuanya di rumah sakit," kata Andi.

Baca juga: Pemuda di Banyuwangi Mengaku Anak Kandung Denada, Gugat ke Pengadilan Karena Merasa Ditelantarkan

 

Kesulitan Evakuasi Korban

Proses evakuasi korban meninggal membutuhkan waktu hampir dua jam.

Kondisi korban yang terjebak di kabin ringsek membuat proses evakuasi menyulitkan.

Evakuasi membutuhkan bantuan tim Kantor SAR Banyuwangi dan Damkar Banyuwangi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan ekstrikasi mengingat posisi korban terjepit cukup parah akibat benturan keras.

“Tim SAR bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel dan ketelitian dalam proses ekstrikasi. Kondisi kendaraan yang rusak berat menjadi tantangan tersendiri dalam evakuasi,” jelasnya. (fla)

 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.