Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Dibawa ke Jakarta untuk Investigasi
January 22, 2026 09:38 PM

 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan membawa kotak hitam (black box) pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ke Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Kotak hitam tersebut dijadwalkan mulai diinvestigasi pada Jumat (23/1/2026). 

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan proses investigasi akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

“Hari ini kotak hitam dibawa ke Jakarta, besok kita mulai investigasi,” ujar Soerjanto usai menerima kotak hitam pesawat di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Sulawesi Selatan.

Soerjanto menjelaskan, proses investigasi diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam hari, tergantung kondisi fisik kotak hitam.

“Sekitar lima sampai enam hari kalau tidak ada masalah. Biasanya ada kendala jika kondisi fisiknya rusak, tapi ini belum tentu,” katanya.

Ia berharap proses pemeriksaan dapat berjalan lancar, mengingat kondisi kotak hitam pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan masih dalam keadaan baik.

Baca juga: Kondisi Benda Diduga Black Box Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Sulsel Ditemukan Utuh

Soerjanto menambahkan, kotak hitam pesawat terdiri dari dua perangkat, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). 

CVR merekam suara percakapan dan berbagai bunyi di dalam kokpit melalui empat saluran.

Saluran pertama merekam komunikasi antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara (ATC), saluran kedua merekam komunikasi antarpilot, saluran ketiga merekam komunikasi dari kokpit ke kabin, dan saluran keempat merekam seluruh suara di dalam kokpit.

“Seluruh percakapan pilot serta berbagai suara di kokpit terekam dalam CVR,” jelasnya.

Sementara itu, FDR menyimpan sekitar 88 parameter data penerbangan, termasuk ketinggian, kecepatan, serta berbagai data teknis lainnya yang berkaitan dengan operasional pesawat.

Menurut Soerjanto, data dari CVR dan FDR tersebut akan menjadi kunci bagi KNKT untuk mengetahui secara rinci kronologi dan penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 sebelum insiden terjadi.

Baca juga: Pesawat Air Force One Presiden AS Alami ‘Pan-Pan!’ saat Perjalanan ke Swiss, Trump Mendarat di JBA

Sebelumnya, Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Abi Kusnianto mengungkapkan kotak hitam pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 150 meter dari puncak gunung pada Rabu (21/1/2026).

“Black box ditemukan tim kami di pereng Gunung Bulusaraung, kurang lebih 150 meter dari puncak,” kata Abi dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Kamis.

Penemuan kotak hitam tersebut berawal saat tim melakukan pencarian bagian ekor pesawat.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, tim telah mendapatkan pembekalan dari KNKT mengenai ciri-ciri, bentuk, warna, serta posisi kotak hitam pada pesawat.

“Tim kami mengecek kondisi ekor pesawat dan mencari black box sesuai edukasi dari KNKT. Setelah melihat benda yang sesuai ciri-ciri, tim langsung melaporkan dan mengevakuasinya,” jelas Abi.

Menurutnya, kotak hitam ditemukan masih menempel di bagian ekor pesawat dan dalam kondisi utuh tanpa kerusakan pada casing.

“Kondisinya masih sangat bagus, tidak ada kerusakan yang berarti,” ujarnya.

Selain FDR, tim juga berhasil mengamankan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari lokasi yang sama.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang membawa 10 orang penumpang dan awak dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang. 

Pesawat tersebut kemudian dipastikan jatuh, dan puing-puingnya ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

 

Baca juga: Sekda Akui Resah dengan Konten Medsos Saat Ini, M Nasir: Ancam Kearifan Lokal

Baca juga: Peringati HGN Ke-66, DPD PERSAGI Aceh Gelar Edukasi Gizi Serentak di 65 Sekolah, Diikuti 2.505 Siswa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.