TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Suasana sore yang semula berjalan normal di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendadak berubah mencekam.
Sebuah kecelakaan kerja terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, menewaskan dua pekerja dan melukai dua lainnya.
Empat pekerja dilaporkan kecelakaan saat menjalankan tugas pembersihan.
Baca juga: Tak Mampu Menangis Saat Ditemukan, Bayi Penuh Luka Gigitan Serangga di Ketapang Masih Berjuang Hidup
Dua korban, masing-masing berinisial J (35) dan R (32), dinyatakan meninggal dunia.
Sementara dua pekerja lainnya, A (38) dan H (30), mengalami luka serius dan hingga Rabu malam masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Keempat korban diketahui merupakan karyawan perusahaan pihak ketiga yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di area cerobong PLTU Sukabangun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka saat itu sedang membersihkan corong blower debu sisa pembakaran batu bara, pekerjaan berisiko tinggi
Baca juga: Sopir Truk Ekspedisi Kehilangan Nyawa dalam Kecelakaan Beruntun Vs Bus Damri Wilayah Simpang Ampar
Sekitar 30 menit setelah pekerjaan dimulai, pegangan yang dilas pada dinding plat cerobong diduga runtuh secara tiba-tiba.
Tanpa peringatan, pegangan tersebut tidak mampu menopang beban, menyebabkan keempat pekerja tertimpa
Benturan keras disertai getaran kuat terdengar hingga ke area sekitar, mengundang kepanikan rekan kerja yang berada di lokasi.
Mereka segera memberikan pertolongan awal sembari menunggu kedatangan tim evakuasi dan ambulans.
Plt Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Feria Kowira, membenarkan adanya korban kecelakaan kerja tersebut. Hingga pukul 21.00 WIB, tiga korban telah dibawa ke Instalasi Gawat Darurat.
Baca juga: Kronologi LF Wanita Penghuni Kos 5 Pintu di Sanggau Ditangkap Polisi Tega Buang Anak Baru Dilahirkan
“Yang dibawa ke IGD hingga laporan pukul 21.00 WIB ada tiga orang. Dua masih dirawat, satu meninggal dunia dan berada di kamar jenazah,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi Rabu malam.
Sementara itu, satu korban lainnya baru berhasil dievakuasi lebih lama dari lokasi kejadian. Menurut keterangan warga setempat bernama Aay, korban terakhir dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans sekitar pukul 22.27 WIB.
“Korban terakhir dibawa menggunakan ambulans sekitar pukul 22.27 malam,” ungkapnya.
Proses evakuasi melibatkan Tim SAR bersama pihak keamanan internal PLTU Sukabangun.
Hingga kini, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian teknis atau pelanggaran prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama pada pekerjaan berisiko tinggi yang menyangkut nyawa manusia.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!