Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto, dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menekankan bahwa Indonesia kini menjadi mitra yang setara dengan investor global lewat pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, posisi tersebut didukung oleh kapasitas Danantara yang kini mengelola aset (asset under management/AUM) sebesar 1 triliun dolar AS, sejajar dengan lembaga pengelola dana global lainnya.
"Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan Anda sebagai mitra yang setara," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa selain perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi juga mensyaratkan tata kelola negara dan pengelolaan modal yang efisien, terutama dalam hal alokasi dan realokasi investasi.
Ia mengatakan Indonesia kini tidak hanya dikenal sebagai negara yang damai dan stabil, tetapi juga sebagai negeri yang semakin sarat peluang ekonomi.
"Indonesia kini bukan hanya negeri yang damai dan stabil. Indonesia semakin menjadi negeri penuh peluang," katanya.
Presiden mengatakan Danantara dirancang sebagai instrumen investasi untuk membiayai industri-industri masa depan, seiring tekad pemerintah mempercepat industrialisasi nasional.
Melalui Danantara, kata Presiden, Indonesia membuka ruang investasi bersama dan pertumbuhan bersama dengan mitra global, khususnya di sektor-sektor strategis yang bernilai tambah tinggi.
Untuk memastikan profesionalisme dan kredibilitas, kata Presiden, Danantara dibangun dengan sistem pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional yang jelas.
Saat ini, Danantara mengelola 1.044 badan usaha milik negara (BUMN), yang ke depan akan dirasionalisasi menjadi sekitar maksimal 300 perusahaan.
Prabowo juga membuka peluang bagi Danantara merekrut eksekutif terbaik, termasuk warga negara asing, guna memastikan pengelolaan yang kompetitif dan berkelas global.





