Operasi Pencarian Hari ke 7, Seluruh Penumpang Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan
January 23, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh penumpang Pesawat ATR 42-500 jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep,Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hari ke tujuh pencarian dua jasad penumpang pesawat ditemukan di kawasan terjal di Pegunungan Bulusaraung, Jumat (23/1/2026).

Hingga akhirnya seluruh jasad penumpang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR yang bekerja pagi siang malam mencari para korban.

Baca juga: Basarnas Mamuju Kerahkan 22 Personel Bantu SAR Cari Penumpang Pesawat ATR 42-500

Baca juga: Black Box ATR Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan Masih Nempel di Ekor Pesawat

Di tengah kabut yang belum sepenuhnya terangkat dan sisa dingin malam pegunungan, kabar yang dinanti sejak sepekan terakhir akhirnya datang.

Dibalik operasi SAR dari Basarnas, TNI-Polri hingga relawan dan masyarakat ikut terharu seteleh berhasil menemukan para penumpang meski dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Melansir Tribun-Timur.com tangis haru, doa, dan rasa syukur menyelimuti Posko SAR Gabungan.

“Alhamdulillah, berkat doa seluruh keluarga di Indonesia, hari ini pukul 08.33 Wita ditemukan satu paket, lalu pukul 08.59 Wita ditemukan lagi satu paket. Paket kesepuluh ditemukan oleh Tim Elang 5,” ujar Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, Jumat.

Penemuan tersebut adalah tanda berakhirnya operesai yang penuh tantangan melintasi gunung di tengah cuaca dingin.

Sejak hari pertama operasi, Tim SAR harus berjibaku dengan medan ekstrem, hujan deras, angin kencang, hingga kabut tebal yang kerap memaksa helikopter kembali ke posko.

“Sejak Sabtu kita melakukan pencarian. Alhamdulillah, di hari ketujuh ini seluruh korban dan benda-benda penting pesawat berhasil ditemukan,” kata Dody.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan, TNI, Polri, Basarnas, relawan, hingga warga setempat yang tak kenal lelah menyisir hutan dan tebing curam Bulusaraung. 

Dukungan Pemerintah Kecamatan Balocci dan Pemerintah Desa Tompobulu juga disebut berperan besar dalam kelancaran operasi.

Bersiaga - Suasana posko di Desa Tompobulu. Posko di kantor desa Tompo Bulu. tim DVI Sudah siapkan tempat penerimaan jenazah penumpang pesawat ATR yang jatuh
Bersiaga - Suasana posko di Desa Tompobulu. Posko di kantor desa Tompo Bulu. tim DVI Sudah siapkan tempat penerimaan jenazah penumpang pesawat ATR yang jatuh (Tribun-Sulbar.com/Fahrizal Syam)

Proses evakuasi sendiri masih berlangsung.

Dari lima jasad yang ditemukan pada Kamis (22/1/2026), dua di antaranya telah tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar.

Tiga lainnya masih dievakuasi menggunakan jalur udara, menunggu cuaca yang memungkinkan.

“Kita berharap angin tidak kencang dan cuaca terus mendukung, agar evakuasi bisa berjalan lancar,” ucap Dody.

Sementara dua jasad yang ditemukan Jumat pagi masih berada di lokasi penemuan dan tengah dipersiapkan untuk dievakuasi menuju titik penjemputan helikopter.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menargetkan seluruh jasad korban dapat dievakuasi hari ini.

Namun, keputusan terkait perpanjangan operasi tetap bergantung pada situasi di lapangan.

“Kita lihat perkembangannya hari ini. Jika memungkinkan diselesaikan, tentu kita upayakan selesai hari ini,” ujarnya.

Bagi keluarga korban, penemuan seluruh penumpang ini menjadi akhir dari penantian panjang yang penuh kecemasan.

Meski duka masih membekas, kepastian ini memberi ruang bagi mereka untuk memulai proses pemulihan dan penghormatan terakhir.

Di Bulusaraung, pencarian telah usai.

Namun kisah tentang perjuangan, doa, dan kemanusiaan akan terus dikenang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.