Inter Milan Lebih Siap di Liga Italia, Pisa Pembuktian Nerazzurri Selanjutnya
January 23, 2026 04:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Inter Milan tak memiliki banyak waktu istirahat selepas menjalani laga berat di Liga Champions tengah pekan lalu.

Inter akan langsung turun berlaga sebagai pembuka pekan 22 dengan menghadapi Pisa.

Setidaknya Inter Milan memiliki keuntungan berstatus sebagai tuan rumah saat berhadapan dengan Pisa pada Sabtu (24/1/2026) pukul 02.45 WIB.

Beban menghadapi Pisa tentu tak seberat kala berhadapan dengan Arsenal di Liga Champions.

Inter tentu akan diunggulkan untuk mendapatkan tiga poin.

Meski demikian, pelatih Nerazzurri tak mau meremehkan sang lawan.

Baca juga: Bangganya Mikel Arteta setelah Arsenal Gasak Inter Milan 3-1, The Gunners Masih Sempurna

Cristian Chivu, sang pelatih, menegaskan gelar juara hanya bisa diraih dengan konsistensi.

Konsistensi yang dimaksud mencakup mendapatkan poin dari tim kecil.

Pasalnya tim-tim kecil kerap memberikan kejutan tak terduga bagi para raksasa.

Untungnya Inter punya statistik cukup baik saat menghadapi tim papan tengah dan bawah.

Dalam 18 pertandingan terakhir melawan tim peringkat luar 10 besar, Inter mendapatkan 46 poin dari sana.

Secara rata-rata, mereka mendapatkan 2,55 poin dari setiap usaha yang dilakukan.

CHIVU - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, selama pertandingan Liga Italia 2025/2026 antara Inter Milan vs Napoli di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. (Website Inter - 12/1/2026)
CHIVU - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, selama pertandingan Liga Italia 2025/2026 antara Inter Milan vs Napoli di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. (Website Inter - 12/1/2026) (Inter Milan)

"Di Italia, mendapatkan poin dari tim semenjana menjadi penting dan bahkan penentu," kata Chivu dikutip dari Gazzetta dello Sport.

Lautaro Martinez juga bisa mengedepankan hasil yang diraih di kancah domestik.

Dalam 9 pertandingan terakhir, Inter berhasil memenangkan 8 laga di antaranya.

Salah satu kekuatan Nerazzurri terletak di jantung pertahanan mereka.

Mereka menjadi tim yang paling banyak memiliki clean sheet sepanjang musim ini.

Lini yang dijaga Alessandro Bastoni dan kawan-kawan itu mengukir 11 kali bebas kebobolan.

Di mana 5 di antaranya datang saat mereka tampil di kandang sendiri.

Dengan beragam modal positif itu, Inter Milan mestinya mulus mendapatkan tiga poin dari pertandingan ini.

Meskipun Inter kokoh di puncak, AC Milan terus menempel ketat di posisi kedua dengan 46 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Jarak yang tak terlalu jauh juga tercipta dari tim peringkat ketiga, dan keempat.

Napoli dan AS Roma terus memelihara peluang untuk mengintip persaingan papan atas.

Meski Inter memuncaki klasemen, Cristian Chivu selaku pelatih enggan jemawa. Chivu merasa persaingan gelar juara masih sengit akhir musim.

"Titel paruh musim tidak berarti apapun. Yang terpenting adalah di akhir musim, bagaimana performa kami menuju bulan Mei, karena kami tahu kami sangat kompetitif, berupaya untuk bertahan di puncak Serie A, karena persaingan di liga akan ketat dan berlangsung sampai akhir musim," ujar Chivu seperti dikutip Football Italia.

“Ini akan menjadi kampanye liga yang ketat dan pertarungan hingga akhir. Saya juga pernah mengikuti kamp pelatihan sebagai pemain. Dan bukan berarti mengikuti kamp pelatihan menjamin kemenangan, tidak ada yang bisa menjanjikan itu. Dibutuhkan kejelasan dan kesadaran,” tegas Chivu mengakhiri.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.