TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani dampak banjir terhadap sektor pertanian, khususnya tanaman padi yang terdampak cukup luas.
Kepala DPKPP Kabupaten Karawang, Rohman, mengatakan salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengajukan permohonan kepada Perum Bulog agar menyerap hasil panen petani tanpa memperhitungkan kualitas gabah, dengan harga Rp6.500 per kilogram.
“Kami sudah membuat surat permohonan agar Bulog dapat menyerap gabah petani sesuai ketentuan yang diminta Bulog,” ujar Rohman, Jumat (23/1/2026).
Rohman mengatakan, informasinya Bulog Subdivre Karawang telah memulai melakukan penyerapan gabah yang terendam banjir.
Baca juga: Bekasi dan Karawang Dikepung Banjir: 21.260 KK Terdampak, BPBD Jabar Siaga 24 Jam!
"Nanti bisa tanya ke Bulog sudah berapa," kata dia.
Ia menjelaskan, kerugian petani akibat banjir cukup besar. Untuk lahan sawah yang akan memasuki masa panen, dalam satu hektare petani diperkirakan telah mengeluarkan modal sekitar Rp10 juta hingga Rp12 juta. Sementara untuk lahan yang baru ditanami, modal yang sudah dikeluarkan berkisar Rp5 juta per hektare.
“Itu tentu kerugian yang besar bagi petani,” katanya.
Rohman menyebutkan, berdasarkan data sementara, luas lahan pertanian di Kabupaten Karawang yang terendam banjir mencapai sekitar 1.800 hektare.
Sementara itu, pengajuan bantuan benih disiapkan untuk sekitar 2.000 hektare lahan terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah memverifikasi petani yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
AUTP merupakan program pemerintah yang memberikan perlindungan kepada petani padi terhadap risiko gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau penyakit tanaman. Dengan adanya AUTP, petani yang mengalami kerugian bisa mendapatkan klaim berupa ganti rugi finansial sehingga tetap memiliki modal untuk menanam kembali.
Baca juga: Update Banjir Karawang: 10 Kecamatan Terendam dan 6.684 Jiwa Terdampak, Berpotensi Hingga Februari
Dari hasil verifikasi faktual, tercatat sekitar 1.031 hektare lahan telah memenuhi syarat untuk mendapatkan klaim asuransi.
“Nantinya untuk AUTP, satu orang petani akan mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta,” kata Rohman.