TRIBUNSUMSEL.COM - Umat Muslim segera menyambut malam Nisfu Syaban1447 Hijriah. Malam Nisfu Sya’ban jatuh pada tanggal 15 Sya’ban, yang dimulai sejak terbenamnya matahari pada hari ke-14.
Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama (Kemenag), pada tahun 2026, malam Nisfu Syaban jatuh pada Sabtu, 2 Februari 2026 setelah Magrib, yang bertepatan dengan tanggal 15 Syaban 1447 Hijriah.
Umat Islam dianjurkan memanfaatkan malam Nisfu Syaban untuk membaca doa Nisfu Syaban.
Doa Nisfu Syaban adalah doa ketika dipanjatkan akan memiliki kesempatan waktu yang diijabah oleh Allah SWT.
Doa Nisfu Syaban ini diperkuat dalam hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, "Apabila tiba malam nisfu Syaban, maka Malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun, maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu, maka aku berikan permintaannya." (HR al-Baihaqi dalam Syuab al-Iman).
Doa Nisfu Syaban dilafalkan setelah salat Maghrib, bisa dilakukan sendiri ataupun berjamaah.
Diawali dengan membaca Yasin tiga kali, kemudian membaca doa malam Nisfu Syaban.
Adapun doa Nisfu Syaban yang dibaca sendirian, sebagai berikut:
Artinya:
Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan.
Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugrah-Mu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisi-Mu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan.
Sunguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab.”
Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui.
Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi Rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi.
Semoga Allah melimpahkan solawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin
Melansir laman baznas.go.id, doa Nisfu Syaban ketika berjamaah dibaca sebagai berikut:
Artinya:
Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh. Allah bershalawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.
Baca juga: Salat Hajat di Malam Nisfu Syaban 2026: Waktu Pelaksanaan, Niat, Tata Cara dan Bacaan Doa
Baca juga: Amalan Nisfu Syaban Menulis Surat Shad Ayat 54, Dikerjakan 2 Februari 2026, Manfaat