Kader PDIP Eksodus ke PSI Sumsel, Ada Eks Bupati PALI hingga Mantan Ketua DPRD 
January 23, 2026 08:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aksi eksodus sejumlah kader PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Selatan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai terungkap ke publik, setelah mantan Bupati PALI Heri Amalindo resmi didapuk menjadi Ketua DPW PSI Sumsel. 

Selain Heri, sederet nama beken seperti mantan Ketua DPRD OKI Abdiyanto dan  mantan anggota DPRD Sumsel Erwin, mantan anggota DPRD Palembang Toni serta beberapa eks legislator dikabarkan turut berpindah gerbong demi memperkuat struktur partai berlambang gajah tersebut di wilayah Sumsel.

Ketua harian DPW PSI Sumsel Hairil Moerni membenarkan, jika DPW PSI Sumsel saat ini dipimpin Heri Amalindo dan tinggal menunggu pengukuhan saja.

"Iya benar kepengurusan DPW PSI Sumsel sudah terbentuk, dengan ketua mantan Bupati PALI dan sudah ada SKnya, kemudian Sekretarisnya Husni Chandra, dan Bendahara Erwin," kata Hairil kepada Tribunsumsel.com, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: PDIP Sumsel Wajibkan Kader Turun ke Rakyat, Ancam Sanksi Pemecatan bagi yang Hanya di Zona Nyaman

Menurut Hairil, partainya terbuka bagi tokoh masyarakat dan masyarakat yang ingin bergabung dengan PSI. Sehingga, tak dipungkiri sejumlah mantan pejabat eksekutif dan legislatif, termasuk segala profesi pengusaha dan pensiunan memilih bergabung ke PSI saat ini.

"Jadi untuk kepengurusan sudah Sumsel, termasuk Kabupaten kota di Sumsel kepengurusan sudah sebagian besar sudah terbentuk, kecuali Empat Lawang dan Muara Enim. Tapi dalam waktu dekat akan terbentuk," jelasnya.

Dengan banyaknya tokoh kader luar yang bergabung ke PSI, ia menyakini PSI Sumsel nantinya bisa menempatkan kadernya di kursi legislatif maupun eksekutif.

"Mereka yang bergabung ke PSI jika melihat latar belakangnya, memiliki pengalaman malang melintang diperhelatan pemilu baik legislatif maupun eksekutif. Kalau dilihat dari animo ini saya rasa Sumsel akan memiliki yang ada di legislatif dan eksekutif, tinggal lagi isu yang akan dibawak masih relevan kedepan," jelasnya.

Ditambahkan Hairil, jika sesuai arahan Ketua umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep selama ini, PSI fokus penguatan infrastruktur partai hingga tingkat Desa dan Kelurahan yang ada.

"Program dari ketum mas Kaesang yaitu penguatan struktur hingga Desa dan Kelurahan," tuturnya.

Dijelaskan Hairil jika kepengurusan ini sesuai komitmen hanya satu periode, dan dilakukan evaluasi jika bisa eksis di legislatif dan eksekutif maka layak dipertahankan. Namun sebaliknya, jika tidak bisa menghasilkan di legislatif dan eksekutif layak dievaluasi (diganti).

Diungkapkan Hairil jika secara hukum kepengurusan DPW PSI Sumsel dibawah Heri Amalindo sudah pasti karena sudah ada SK, dan saat ini tinggal menunggu pengukuhan kepengurusan saja.

"Jadi kalau secara hukum sudah, namun untuk diekspose belum karena belum pengukuhan atau pelantikan. Karena rencananya akhir bulan Januari ini, namun karena ada Rakornas 29-31 Januari di Sulawesi  Selatan maka ditunda pelantikan ," papar Hairil yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPW PSI Sumsel.

Dilanjutkan Hairil nama-nama lainnya yang bergabung diantaranya, mantan calon Wakil Bupati Musi Rawas Thamrin Hasan, kemudian OKUS Ramlan, Muba Rudi Hartono dan banyak lagi lainnya.

Dihubungi terpisah Heri Amalindo sendiri yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, tidak memungkiri jika dirinya menjabat ketua DPW PSI Sumsel nanti, meski sebelumnya kader PDIP Sumsel. Namun, dirinya belum mau berkomentar banyak saat ini.

Disisi lain, DPD PDIP Sumsel sendiri tak memungkiri adanya isu sejumlah kadernya pindah ke PSI. Namun, selagi belum ada kebenaran atau kepastian kadernya itu pindah pihaknya belum bisa memberikan sanksi.

"Selama ini masih kader, karena belum pasti masih abu-abu  apakah benar kabar itu," pungkas Bendahara  DPD PDIP Sumsel Made Irawan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.