TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Fenomena kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), memilih 'menyebrang' ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terjadi di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Beberapa nama itu dikabarkan sudah bergabung dengan PSI meski masih berstatus kader PDIP.
Diantaranya mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo yang saat ini diplot sebagai ketua DPW PSI Sumsel, mantan ketua DPRD Ogan Komering Ilir (OKI) Abdiyanto, mantan anggota DPRD Sumsel Erwin, mantan anggota DPRD Palembang Toni dan sejumlah nama lainnya.
Ketua Harian DPW PSI Sumsel Hairil Moerni membenarkan, jika DPW PSI Sumsel saat ini dipimpin Heri Amalindo dan tinggal menunggu pengukuhan saja.
"Iya benar kepengurusan DPW PSI Sumsel sudah terbentuk, dengan ketua mantan Bupati PALI dan sudah ada SKnya, kemudian Sekretarisnya Husni Chandra, dan Bendahara Erwin," kata Hairil kepada Tribunsumsel.com, Jumat (23/1/2026).
Menurut Hairil, partainya terbuka bagi tokoh masyarakat dan masyarakat yang ingin bergabung dengan PSI. Sehingga, tak dipungkiri sejumlah mantan pejabat eksekutif dan legislatif, termasuk segala profesi pengusaha dan pensiunan memilih bergabung ke PSI saat ini.
"Jadi untuk kepengurusan sudah Sumsel, termasuk Kabupaten kota di Sumsel kepengurusan sudah sebagian besar sudah terbentuk, kecuali Empat Lawang dan Muara Enim. Tapi dalam waktu dekat akan terbentuk," jelasnya.
Dengan banyaknya tokoh kader luar yang bergabung ke PSI, ia menyakini PSI Sumsel nantinya bisa menempatkan kadernya di kursi legislatif maupun eksekutif.
"Mereka yang bergabung ke PSI jika melihat latar belakangnya, memiliki pengalaman malang melintang diperhelatan pemilu baik legislatif maupun eksekutif. Kalau dilihat dari animo ini saya rasa Sumsel akan memiliki yang ada di legislatif dan eksekutif, tinggal lagi isu yang akan dibawak masih relevan kedepan," jelasnya.
Ditambahkan Hairil, jika sesuai arahan Ketua umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep selama ini, PSI fokus penguatan infrastruktur partai hingga tingkat Desa dan Kelurahan yang ada.
"Program dari Ketum Mas Kaesang yaitu penguatan struktur hingga Desa dan Kelurahan," tuturnya.
Baca juga: Heri Amalindo Tak hadir Saat Sertijab Bupati-Wakil Bupati PALI, Asgianto Minta BPKP Lakukan Audit
Baca juga: HDCU Bersama Heri Amalindo Kompak Sapa Masyarakat PALI, Optimis Raih 70 Persen Kemenangan di PALI
Dijelaskan Hairil jika kepengurusan ini sesuai komitmen hanya satu periode, dan dilakukan evaluasi jika bisa eksis di legislatif dan eksekutif maka layak dipertahankan. Namun sebaliknya, jika tidak bisa menghasilkan di legislatif dan eksekutif layak dievaluasi (diganti).
Diungkapkan Hairil jika secara hukum kepengurusan DPW PSI Sumsel dibawah Heri Amalindo sudah pasti karena sudah ada SK dan saat ini tinggal menunggu pengukuhan kepengurusan saja.
"Jadi kalau secara hukum sudah, namun untuk diekspose belum karena belum pengukuhan atau pelantikan. Karena rencananya akhir bulan Januari ini, namun karena ada Rakornas 29-31 Januari di Sulawesi Selatan maka ditunda pelantikan ," papar Hairil yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPW PSI Sumsel.
Dilanjutkan Hairil nama-nama lainnya yang bergabung diantaranya, mantan calon Wakil Bupati Musi Rawas Thamrin Hasan, kemudian OKUS Ramlan, Muba Rudi Hartono dan banyak lagi lainnya.
Dihubungi terpisah Heri Amalindo sendiri yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, tidak memungkiri jika dirinya menjabat ketua DPW PSI Sumsel nanti, meski sebelumnya kader PDIP Sumsel.
Namun, dirinya belum mau berkomentar banyak saat ini.
Disisi lain, DPD PDIP Sumsel sendiri tak memungkiri adanya isu sejumlah kadernya pindah ke PSI.
Namun, selagi belum ada kebenaran atau kepastian kadernya itu pindah pihaknya belum bisa memberikan sanksi.
"Selama ini masih kader, karena belum pasti masih abu-abu apakah benar kabar itu," pungkas Bendahara DPD PDIP Sumsel Made Irawan.
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com