WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi turut berdampak pada aktivitas pendidikan.
Contohnya, akses jalan menuju sekolah hingga area sekolah yang terendam banjir sehingga sejumlah satuan pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Satu orangtua siswa, Erik Hamzah (44), mengatakan kedua anaknya yang bersekolah di wilayah Kecamatan Bekasi Utara kini mengikuti PJJ akibat kondisi tersebut.
“Kalau yang kakaknya memang sudah diinformasikan dari kemarin bahwa hari ini akan PJJ karena cuaca ekstrem. Tapi yang adiknya informasinya baru pagi tadi, pas mau berangkat sekolah,” kata Erik saat dikonfirmasi, Jumat (24/1/2026).
Erik menjelaskan, anak pertamanya yang duduk di kelas VII SMP Islam Panglima Besar Soedirman 1 Bekasi, Wisma Asri, Kecamatan Bekasi Utara, terpaksa belajar dari rumah karena sekolahnya terdampak banjir.
Sementara itu, anak keduanya yang bersekolah di SDIT Avicenna 1 Bekasi juga mengikuti PJJ meski sekolahnya tidak terendam banjir.
“Sekolah yang SMP itu kemarin lantai satu sudah kebanjiran, jadi anak saya pulangnya basah-basahan, lalu sekolah SD-nya memang tidak kebanjiran, tapi akses jalannya itu banjir semua. Jadi kemarin juga pulangnya basah-basahan,” jelasnya.
Baca juga: Ramaikan Teras LA, Wali Kota Jaksel Boyong Rojali Mulai Pekan depan
Menurut Erik, mekanisme PJJ yang diterapkan sekolah tidak jauh berbeda dengan pembelajaran daring saat pandemi Covid-19.
Proses belajar dilakukan secara online melalui aplikasi konferensi video atau aplikasi Zoom dan pemberian tugas.
Ia pun menilai, secara teknis pelaksanaan PJJ saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan masa awal pandemi.
“Sama kayak zaman Covid. Lewat Zoom, dikasih tugas, dikerjain. Yang SD tadi disuruh bikin video hafalan Al-Qur’an,” ujarnya.
Erik menuturkan, meski belajar dari rumah, anak-anak tetap mengikuti kegiatan sekolah layaknya pembelajaran tatap muka.
Anak-anaknya itu dijawajibkan menggunakan seragam, masuk join zoom juga normal jam 07.00 WIB, hingga selesai habis Dzuhur atau sekira pukul 12.00 WIB.
Sebagai orangtua, ia mengaku mendukung kebijakan PJJ yang diterapkan sekolah di tengah kondisi cuaca ekstrem dan banjir.
“Saya sangat mendukung karena ini juga demi keselamatan siswa. Daripada dipaksakan berangkat tapi aksesnya banjir semua,” tuturnya.
Meski demikian, Erik berharap ke depan informasi terkait penerapan PJJ bisa disampaikan lebih awal dan tidak mendadak, terutama bagi orang tua siswa sekolah dasar.
“Kalau bisa jangan mendadak. Karena cuaca ekstrem ini kan sudah dari awal pekan, seharusnya bisa diputuskan lebih cepat supaya orangtua bisa lebih siap,” harapnya.
Terkait hingga kapan PJJ dilakukan, Erik mengungkapkan belum menerima informasi lanjutan dari pihak sekolah terkait durasi penerapan PJJ.
“Belum ada info sampai kapan. Mungkin situasional, tergantung kondisi cuaca dan banjir,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membenarkan kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah menerapkan PJJ melalui Dinas Pendidikan (Disdik).
"Kalau sekolah sudah kami berikan izin (Belajar dari rumah) dan sudah dikeluarkan oleh Disdik," imbuh Tri, Jumat (23/1/2026).
Orang nomor satu di Kota Bekasi itu menyampaikan, PJJ direncanakan akan berlangsung hingga Senin (26/1/2026).
Namun waktu tersebut masih bersifat fleksibel, sehingga perlu diikuti dengan kondisi mendatang.
"Saya lihat katanya sampai Senin (26/1/2026) untuk PJJ, tapi kami lihat nanti perkembangannya," tutupnya. (M37)