Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Kupang dalam beberapa minggu terakhir mendorong pemerintah Kelurahan Oebufu meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipasi bencana.
Warga pun terus diimbau agar tetap siaga menghadapi potensi longsor dan ancaman bencana lainnya.
Lurah Oebufu, Zet Batmalo, S.H., M.H., mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memicu berbagai risiko, terutama di wilayah rawan longsor dan daerah aliran sungai (DAS).
Baca juga: Lurah Oebufu Imbau Warga Waspada Bencana di Musim Hujan
“Beberapa minggu terakhir cuaca cukup ekstrem. Karena itu kami selalu mengimbau warga untuk tetap siaga dan melakukan langkah antisipatif, seperti membersihkan lingkungan serta memangkas dahan pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan,” kata Zet Batmalo, Jumat (23/1/2026).
Ia secara khusus mengingatkan warga yang bermukim di area DAS dan wilayah rawan longsor agar selalu waspada dengan memastikan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal dalam keadaan aman.
Zet mengungkapkan, hujan deras yang terjadi pada pekan lalu sempat menyebabkan longsor di halaman rumah tiga kepala keluarga (KK). Meski tidak berdampak pada bangunan rumah, pihak kelurahan langsung turun ke lokasi untuk memberikan edukasi kepada warga.
“Kami melakukan kunjungan sekaligus memberikan edukasi agar warga selalu waspada terhadap potensi bencana,” ujarnya.
Menurut Zet, kejadian tersebut telah dilaporkan secara tertulis kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang serta Kepala Dinas Sosial Kota Kupang. Menindaklanjuti laporan itu, tim dari masing-masing instansi langsung melakukan penanganan sesuai kewenangan.
“Kepala Dinas Sosial bergerak cepat dan sudah memberikan bantuan kepada warga terdampak,” jelasnya.
Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan, Kelurahan Oebufu juga membentuk Komunitas Warga Tanggap Bencana ( OMWARTANA ) yang telah mendapatkan pelatihan dari BPBD Kota Kupang pada tahun 2024. Komunitas ini kini berperan aktif dalam langkah antisipasi dini serta pelaporan potensi ancaman bencana di wilayah kelurahan.
Saat ini, anggota OMWARTANA berasal dari seluruh warga RW 03 Kelurahan Oebufu, yang dinilai sebagai wilayah paling rawan longsor. Pembentukan komunitas tersebut menjadi salah satu inovasi kelurahan dalam menghadapi risiko bencana.
Selain itu, pihak kelurahan bersama komunitas warga juga melakukan langkah mitigasi dengan penanaman anakan pohon di area DAS Liliba. Dalam waktu dekat, sekitar 250 anakan pohon akan ditanam, sementara tanaman yang sudah ada dan dirawat saat ini mencapai sekitar 500 anakan dengan berbagai jenis, termasuk bambu yang dinilai efektif menahan erosi tanah.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengurangi risiko longsor dan menjaga lingkungan tetap aman,” pungkas Zet Batmalo. (uan)