Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende menerima 11 laporan resmi bencana akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ende, Jumat (23/1/2026).
Dampak cuaca ekstrem tersebut antara lain pohon tumbang menimpa rumah warga, atap seng rumah roboh, serta kerusakan bangunan akibat kuatnya hembusan angin.
Meski demikian, BPBD Ende menyebut laporan kejadian masih terus berdatangan dari berbagai wilayah.
Baca juga: Kondisi Infrastruktur Penghubung Desa di Amfoang Barat Daya Memprihatinkan
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta mengatakan hingga siang hari pihaknya telah menerima 11 laporan resmi.
Namun, informasi kejadian di lapangan masih terus masuk dan belum seluruhnya tercatat secara administrasi.
“Hari ini sudah 11 laporan yang masuk. Informasi kejadian terus berdatangan. Kami mengimbau masyarakat agar melaporkan secara resmi ke BPBD supaya bisa didata dengan baik. Rata-rata kejadian berupa atap rumah roboh dan pohon tumbang menimpa rumah akibat angin kencang,” ujar Marselus saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah.
Marselus menyebutkan, 11 laporan bencana tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Ende.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Masyarakat diminta menebang pohon-pohon besar di sekitar rumah yang berpotensi tumbang.
Warga yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai juga diimbau mengamankan dokumen penting serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika kondisi cuaca memburuk.
Sepanjang Januari 2026, BPBD Kabupaten Ende mencatat 21 kejadian bencana di sejumlah kecamatan. Rinciannya meliputi lima kejadian longsor, satu kebakaran, dua banjir, serta bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan curah hujan tinggi.
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Jumat (23/1/2026) dilaporkan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain merusak permukiman, bencana ini juga berdampak pada hewan ternak milik warga.
Berdasarkan laporan warga di media sosial, angin kencang merobohkan sejumlah rumah di beberapa kecamatan.
Di Desa Wawonato, Kecamatan Ende, beberapa rumah dilaporkan rusak parah. Atap rumah beterbangan dan sebagian bangunan tidak lagi dapat ditempati.
“Izin melaporkan, beberapa rumah warga Desa Wawonato, Kecamatan Ende, rusak parah akibat angin kencang. Mohon kiranya pihak yang memiliki akses ke dinas terkait dapat membantu,” tulis seorang warga bernama @Dennydregs dalam Grup WhatsApp Ende Bebas Bicara.
Kerusakan berat juga terjadi di Kampung Kasike, Dusun Sambarena, Desa Sanggarhorho, Kecamatan Nangapanda. Angin kencang merobohkan atap rumah warga dan merusak struktur bangunan.
Sementara di Kecamatan Maukaro, atap seng rumah warga terlepas dan tersangkut di pohon mangga akibat kuatnya angin.
Beberapa rumah juga dilaporkan tertimpa pohon tumbang, bahkan sebagian terdampak longsor akibat hujan deras.
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan pada permukiman. Di wilayah Pantai Utara Kabupaten Ende, sejumlah ternak milik warga mati tertimpa pohon tumbang, menambah kerugian masyarakat karena ternak merupakan salah satu aset ekonomi keluarga.
Warga pun kembali diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri, keluarga, serta hewan ternak.
“Tetap hati-hati para sahabat. Jaga baik-baik diri, keluarga, dan ternak piaraan yang menjadi aset ekonomi keluarga. Semoga badai lekas berlalu,” tulis seorang warga lainnya. (bet)