Jakarta (ANTARA) - Bek tengah Persija Jordi Amat menyatakan tak kesulitan memainkan peran baru setelah menjadi gelandang bertahan kala menang 2-0 melawan Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Jordi bermain lebih ke depan setelah Persija krisis pemain tengah akibat hukuman akumulasi kartu yang dialami Van Basty Sousa dan Fabio Silva.

"Kami membicarakannya seminggu ini dengan Mauricio Souza. Dan kami sepakat agar saya bermain di posisi itu (gelandang)," kata Jordi di Jakarta beberapa jam lalu.

Jordi mengaku tak kesulitan karena dia pernah dimainkan dalam posisi itu di KAS Eupen, Rayo Vallecano, Real Betis, Swansea City, dan Johor Darul Ta'zim.

"Saya pernah bermain di posisi itu sebelumnya beberapa kali. Jadi, saya sangat senang bisa membantu. Lalu juga senang dengan performanya," kata bek berusia 33 tahun itu.

Pemain kelahiran Barcelona memuji rekannya di lini tengah, Aditya Warman, yang membangun chemistry dengannya sehingga ritme permainan Persija stabil mencegah lawan melancarkan serangan balik.

"Saya juga nyaman bermain dengan Aditya Warman. Saya pikir kami bermain sangat solid, terus menyerang, mengontrol pertandingan sehingga mereka tidak bisa counter-attack," kata pemain timnas Indonesia tersebut.

Tiga poin ini membuat Persija kembali ke jalur kemenangan setelah beberapa hari lalu takluk 0-1 kepada Persib, untuk mengumpulkan 38 poin dan menduduki posisi ketiga, berselisih dua poin dari Borneo FC yang memuncaki klasemen.

"Saya sangat senang dengan perfoma kami. Saya harus mengatakan di babak pertama kita tampil hampir sempurna. Kita pantas mencetak 2-3 gol, tentu saja. Di babak kedua kita mulai sedikit terdiam, namun itu normal," tutup dia.