TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Gempa teknonik magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat 23 Januari 2026 pukul 14.27.56 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap lokasi gempa itu berada di darat, sekitar 89 kilometer timur Sekadau.
Kata BMKG, gempa itu masuk kategori gempa dangkal.
BMKG juga memastikan gempa ini berasal dari aktivitas Sesar Adang dengan kedalaman dangkal 10 km dan tidak berpotensi tsunami.
Warga melaporkan getaran cukup kuat hingga membuat kendaraan dan bangunan bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Sekadau dan sekitarnya, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
• Keramik Dinding Rumah Anggota DPRD Kalbar Suyanto Tanjung Lepas Akibat Getaran Gempa
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa.
"Masyarakat disarankan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing dan memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah," kata Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid memastikan BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Kalimantan Barat.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung turut merasakan gempa tersebut.
Rumah miliknya yang berlokasi di Desa Mabang, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan terlihat pada bagian depan rumah.
Di mana sejumlah keramik yang terpasang di dinding terlepas dan pecah akibat getaran gempa.
Selain itu, beberapa bagian bangunan mengalami retakan, baik di bagian luar maupun di dalam rumah.
“Di bagian depan rumah ada yang rusak, di dalam juga ada yang retak. Beberapa barang di dalam rumah jatuh ke lantai akibat gempa. Di luar rumah juga terdapat retakan cukup besar,” ungkap Suyanto Tanjung dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id
Ia menjelaskan, saat gempa terjadi dirinya bersama keluarga sedang berada di Pontianak.
Sementara itu, rumah di Desa Mabang saat kejadian ditempati oleh staf.
“Posisi saya bersama keluarga di Pontianak, yang ada di rumah hanya staf. Keluarga aman. Sejauh ini kondisinya aman, hanya mengalami kerusakan ringan,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menambah daftar dampak gempa bumi di Kecamatan Kayan Hilir, yang sebelumnya juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan infrastruktur jembatan.
• Gempa Tektonik M4,8 Guncang Sekadau Kalbar, Simak 8 Cara Hadapi Gempa Menurut BMKG
Jembatan Ikut Rusak
Kasi Kesejahteraan Rakyat Kantor Camat Kayan Hilir, Bedoy, menyampaikan bahwa gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat, khususnya di wilayah Nanga Mau.
Akibat getaran tersebut, sejumlah fasilitas dan rumah warga mengalami kerusakan.
“Kami informasikan bahwa gempa yang terjadi di wilayah Nanga Mau, Kayan Hilir, menimbulkan beberapa dampak. Terdapat jembatan serta beberapa rumah warga yang mengalami retak dan kerusakan, baik kategori rusak ringan maupun rusak berat,” ujar Bedoy.
Selain kerusakan rumah, gempa juga berdampak pada Jembatan Sungai Inggar yang berada di Desa Nanga Tikan.
Bedoy mengungkapkan, kondisi jembatan tersebut mengalami retakan dan terlihat adanya celah akibat pergeseran pascagempa.
“Kondisi jembatan Sungai Inggar saat ini agak retak dan terlihat sudah berjarak. Kami mengimbau agar kendaraan dengan muatan berat berhati-hati saat melintas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!