KP2MI Gandeng Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara Tingkatkan Keterampilan Pekerja Migran
January 24, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) menandatangani kerja sama strategis dengan Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III/Persero) dan LPP Agro Nusantara untuk meningkatkan keterampilan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di sektor agroindustri. 

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Sabtu (24/1).
Kerja sama tersebut dilatarbelakangi masih dominannya penempatan PMI pada sektor berketerampilan rendah.

Sepanjang 2025, jumlah penempatan PMI tercatat sebanyak 296.948 orang dengan negara tujuan terbesar Taiwan. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,94 persen PMI terkonsentrasi pada lima jabatan, yakni house maid, caregiver, plantation worker, worker, dan domestic worker.

Kondisi itu menunjukkan posisi Indonesia masih bersaing dengan negara-negara pengirim pekerja migran lain seperti Filipina, Myanmar, India, Pakistan, dan Bangladesh pada jenis pekerjaan serupa.

Namun, dari sisi kualitas, Indonesia dinilai tertinggal karena mayoritas penempatan berada di sektor berkeahlian rendah, yang berdampak pada rendahnya daya saing dan nilai tambah PMI.

KP2MI menilai peningkatan keterampilan menjadi langkah mendesak, tidak hanya untuk memperluas jenis penempatan kerja, tetapi juga untuk meningkatkan nilai remitensi yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Oleh karena itu, LPP Agro Nusantara ditunjuk sebagai Migrant Training Centre untuk menyiapkan calon PMI yang memiliki kompetensi di bidang agro.

Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo mengatakan, kepercayaan tersebut menjadi amanah penting bagi lembaganya sebagai bagian dari grup BUMN.

“Sebagai bagian dari grup BUMN, menjadi kebanggaan tersendiri bagi LPP Agro Nusantara dipercayai amanah ini,” ujar Pranoto.

Ia menjelaskan, LPP Agro Nusantara telah menyiapkan pelatihan dan sertifikasi yang dirancang sesuai kebutuhan kerja PMI di sektor agro, tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap dunia kerja dan industri.

“Kurikulum bagi PMI sudah kami desain sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya seputar keterampilan kerja. Kami juga mendesain pelatihan yang memberi gambaran kerja dan industri,” kata Pranoto.

Menurut dia, desain pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan karakteristik negara tujuan penempatan, sehingga diharapkan mampu menghasilkan PMI yang lebih siap kerja dan kompetitif.

Direktur Utama Holding PTPN Denaldy Mulino Mauna menambahkan, keterlibatan LPP Agro Nusantara dalam kerja sama ini sejalan dengan perannya sebagai corporate university PTPN Group.

“Kerja sama ini tentu sesuai dengan keahlian LPP Agro Nusantara. Harapannya, peran kami dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI,” ujarnya.

Holding PTPN menugaskan LPP Agro Nusantara untuk mengoptimalkan fasilitas serta intellectual capital yang dimiliki guna menyukseskan program kemitraan bersama KP2MI tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.