TRIBUNKALTARA.COM - Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, punya sederet destinasi menarik yang jaraknya tak jauh dari pusat kota.
Destinasi wisata di Malinau ini bisa menjadi pilihan untuk berlibur pada akhir pekan ini, Minggu (25/1/2026).
Mulai dari pemandian yang ramah anak, air terjun hingga hutan konservasi.
Malinau merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Utara.
Jarak dari Tanjung Selor yang merupakan ibu kota Kaltara menuju Malinau sekira 205 km.
Untuk sampai ke Malinau, dari Tanjung Selor, butuh waktu tempuh darat sekitar 6–7 jam, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus DAMRI reguler.
Baca juga: Air Terjun Gunung Rian, Primadona Wisata Tana Tidung dengan Pesona 7 Tingkat yang Bikin Betah
Kabupaten Malinau juga memiliki julukan dengan nama Bumi Intimung.
Malinau juga menjadi kabupaten terluas di Kalimantan Utara, yang mencakup lebih dari 55 persen wilayah provinsi Kaltara.
Nah, berikut empat rekomendasi wisata pilihan yang bisa dinikmati bareng keluarga di Bumi Intimung atau Malinau.
1. Pemandian Sungai Belayan: Pilihan Paling Ramah Keluarga
Jika Anda mencari tempat yang tidak menguras tenaga dan aman untuk anak-anak, Sungai Belayan di Kecamatan Malinau Utara adalah jawabannya.
2. Tane’ Olen Setulang: Wisata Edukasi dan Konservasi Budaya
Jika Anda ingin merasakan sensasi memberi makan ribuan ikan di tengah hutan yang asri, datanglah ke Tane’ Olen.
Kawasan ini adalah hutan lindung tradisional milik masyarakat Dayak Kenyah Oma Lung.
3. Air Terjun Warod: Spot Piknik Estetik yang Tenang
Bagi Anda yang ingin menjauh dari keramaian, Air Terjun Warod menawarkan suasana pemandian alami yang lebih privat di bawah rimbunan pohon hutan.
4. Air Terjun Seklibon: Surga Tersembunyi buat Si Petualang
Jika Anda punya jiwa petualang dan suka tantangan, maka Air Terjun Seklibon adalah destinasi wajib.
Lokasinya sering disebut sebagai hidden gem karena keasriannya.
Pengelola wisata di Malinau mengimbau masyarakat memperhatikan faktor cuaca sebelum berkunjung.
Karena destinasi berbasis air, kewaspadaan terhadap debit sungai saat hujan deras di hulu menjadi kunci keselamatan.
(*)