4 Rekomendasi Liburan di Malinau: Dari Wisata Keluarga hingga Petualangan Hidden Gem
January 24, 2026 10:14 PM

 

 


TRIBUNKALTARA.COM - Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, punya sederet destinasi menarik yang jaraknya tak jauh dari pusat kota.

Destinasi wisata di Malinau ini bisa menjadi pilihan untuk berlibur pada akhir pekan ini, Minggu (25/1/2026). 

Mulai dari pemandian yang ramah anak, air terjun hingga hutan konservasi.

Malinau merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Utara.

Jarak dari Tanjung Selor yang merupakan ibu kota Kaltara menuju Malinau sekira 205 km.

Untuk sampai ke Malinau, dari Tanjung Selor, butuh waktu tempuh darat sekitar 6–7 jam, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus DAMRI reguler.

Baca juga: Air Terjun Gunung Rian, Primadona Wisata Tana Tidung dengan Pesona 7 Tingkat yang Bikin Betah

Kabupaten Malinau juga memiliki julukan dengan nama Bumi Intimung.

Malinau juga menjadi kabupaten terluas di Kalimantan Utara, yang mencakup lebih dari 55 persen wilayah provinsi Kaltara.

Rekomendasi Wisata 

Nah, berikut empat rekomendasi wisata pilihan yang bisa dinikmati bareng keluarga di Bumi Intimung atau Malinau. 

Suasana di Pemandian Sungai Belayan Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (26/1/2025) 
(TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)
Suasana di Pemandian Sungai Belayan Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (26/1/2025)  (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

1. Pemandian Sungai Belayan: Pilihan Paling Ramah Keluarga

Jika Anda mencari tempat yang tidak menguras tenaga dan aman untuk anak-anak, Sungai Belayan di Kecamatan Malinau Utara adalah jawabannya.

  • Keunggulan: Aliran airnya landai dan sangat jernih.
  • Fasilitas: Sudah dikelola dengan baik oleh BUMDes (tersedia gazebo dan ruang ganti).
  • Akses: Hanya 30 menit dari kota dengan jalan yang sudah mulus.
  • Budget: Sangat murah, hanya Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
DAYA TARIK - Ribuan ikan mendekati pengunjung saat diberi makan di Tane Olen, Setulang, Kabupaten Malinau. Kebijakan ekowisata ini menjadi pendongkrak jumlah wisatawan tiap tahun. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)
DAYA TARIK - Ribuan ikan mendekati pengunjung saat diberi makan di Tane Olen, Setulang, Kabupaten Malinau. Kebijakan ekowisata ini menjadi pendongkrak jumlah wisatawan tiap tahun. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

2. Tane’ Olen Setulang: Wisata Edukasi dan Konservasi Budaya

Jika Anda ingin merasakan sensasi memberi makan ribuan ikan di tengah hutan yang asri, datanglah ke Tane’ Olen.

Kawasan ini adalah hutan lindung tradisional milik masyarakat Dayak Kenyah Oma Lung.

  • Daya Tarik: Interaksi langsung dengan ribuan ikan sungai dan trekking di bawah pohon-pohon raksasa.
  • Vibe: Teduh, tenang, dan sangat kental dengan nuansa pelestarian adat.
  • Lokasi: Kecamatan Malinau Selatan Hilir (sekitar 1 jam perjalanan).

3. Air Terjun Warod: Spot Piknik Estetik yang Tenang

Bagi Anda yang ingin menjauh dari keramaian, Air Terjun Warod menawarkan suasana pemandian alami yang lebih privat di bawah rimbunan pohon hutan.

  • Karakteristik: Sungai berbatu dengan suara gemericik air yang menenangkan.
  • Tips: Karena fasilitas penjual makanan masih minim, pastikan Anda membawa bekal makanan sendiri dari rumah untuk dinikmati bersama keluarga di pinggir sungai.

4. Air Terjun Seklibon: Surga Tersembunyi buat Si Petualang

Jika Anda punya jiwa petualang dan suka tantangan, maka Air Terjun Seklibon adalah destinasi wajib.

Lokasinya sering disebut sebagai hidden gem karena keasriannya.

  • Daya Tarik: Kolam alami berwarna kehijauan yang dikelilingi tebing batu raksasa yang megah.
  • Tantangan: Memerlukan fisik yang kuat untuk trekking menembus hutan.
  • Saran: Sangat direkomendasikan memakai jasa pemandu dari Desa Wisata Pulau Sapi demi keamanan.

 Catatan Penting

Pengelola wisata di Malinau mengimbau masyarakat memperhatikan faktor cuaca sebelum berkunjung.

Karena destinasi berbasis air, kewaspadaan terhadap debit sungai saat hujan deras di hulu menjadi kunci keselamatan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.