CERITA Korban Longsor di Bandung Barat, Warga Degar Suara Getaran Kuat Dini Hari, Cuaca Hujan Deras
January 25, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Longsor di Desa Pasirlangu Kabupaten Bandung Barat menyebabkan 8 orang tewas berdasarkan data Sabtu (24/1/2026). 

Petugas masih melakukan pencarian terhadap 82 orang korban yang hilang. 

Sebanyak ratusan keluarga telah mengungsi di posko yang disediakan pemerintah. 

Diantara para pengungsi itu, nampak seorang ibu mengusap rambut balita yang tertidur dalam pelukan, berusaha menenangkan meski matanya sendiri sembab menahan tangis.

Tak jauh dari sana, beberapa warga berbincang pelan, bertanya satu sama lain tentang kabar tetangga yang masih belum ditemukan, berharap semuanya selamat.

Di sudut ruangan lainnya, seorang ibu bernama Nur (42) terlihat duduk bersandar ke dinding.

Tangannya gemetar, matanya menerawang jauh. 

Tak pernah tebersit dalam benaknya bencana dashyat meratakan rumah yang ditinggalinya sejak kecil akan rata dengan tanah.

"Mamah (ibu) belum ketemu," ujar Nur, lirih. 

Baca juga: Putrinya Gagal Berhitung dan Menulis Sampai Angka 50, Pria ini Kesal dan Memukulinya hingga Tewas

Baca juga: BENCANA Longsor di Bandung Barat: 8 Orang Meninggal Dunia, 82 Warga Masih Hilang, Bupati: Darurat

Sambil menahan tangis, Nur menceritakan bagaimana longsor meratakan kampung halamannya. 

Sebelum longsor, hujan turun tidak berhenti dari hari Rabu sore.

Puncaknya, Sabtu sore Nur dan keluarganya merasa tidak tenang bahkan tidak bisa tidur dengan pulas.

"Kemarin dari pagi sore hujan angin deras tak berhenti. Semalaman gak tidur, karena listriknya padam dari jam 4 sore," katanya. 

Sekitar pukul 01.30, Nur merasa ada getaran seperti gempa bumi diikuti suara gemuruh mirip angin kencang.

Tak dinyana ternyata saat itu tanah sudah longsor sekitar pukul 02.00.

"Saya langsung keluar karena ada suara teriak minta tolong," ujarnya.

Saat ini, anggota keluarga Nur lain yang selamat masih berupaya mencari keberadaan ibu kandungnya.

Berharap petugas dapat menemukan dalam kondisi apapun. 

"Saya mah sudah ikhlas, mudah-mudahan ketemu," katanya.

Nur mengaku di sudah tidak memiliki apa-apa selain pakaian yang masih menempel di badannya. 

Beruntung di lokasi pengungsian yang serba terbatasan, kepedulian antar warga tumbuh tanpa diminta.

Warga nampak saling berbagi selimut, berbagi makanan seadanya.

Nur pun menyebut bahwa ia dan pengungsi lain membutuhkan bantuan kebutuhan dasar.

"Kalau kebutuhan mah, pakaian bersih. Saya dari kemarin belum ganti (pakaian). Paling sama selimut. Suami dan anak alhamdulillah selamat semua, suami saya masih keliling nyari mamah saya," ucapnya. 

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, longsor terjadi Desa Pasirlangu menewaskan delapan warga, 113 jiwa terdampak dan 82 orang masih belum ditemukan. 

Hingga Sabtu petang petugas gabungan masih berada di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. 

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.